Toto Priyono
Toto Priyono Kariyawan Swasta

Hal yang paling mengecewakan itu sempitnya pengetahuan.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Para Pekerja Jaringan Telkomunikasi

30 Juni 2017   14:27 Diperbarui: 30 Juni 2017   14:32 209 0 1

Siang hari ini pekerja jaringan telko sedang seperti terbang. Ia terbang bukan untuk bersenang-senang. Terbangnya si pekerja jaringan telko seperti layangan diujung sana, pekerja jaringan telko diatur, termonitor dan sedikit dieksploitasi. Tetapi apa yang hendak dikata. Dunia ini mengharuskan terbang demi mencari uang dan penghidupan. 

Sedikit saja melamun tamatlah sudah pekerja jaringan telko ini. Hanya besi memanjang tempat dia berpegangan. Langit sedikit mendung, pekerja jaringan telko harap-harap cemas menunggu hujan yang tidak diinginkanya untuk datang. Jika hujan datang tamatlah pekerjaannya. Karna hujan rusak satu alat bisa rusak semua alat itu.

Pemandangan terlihat dari atas sana. Menara besi memanjang ini mungkin sebagai pemberi cahaya di abad 21 ini. Mereka pelanggan membutuhkan demi hand phonnya untuk tetap bisa tersenyum ceria. Pekerjaan selsai, pekerja turun sembari berpikir lagi akan lamunanya. Apakah selamanya akan berterbangan ria seperti layang-layang? Sahut si pekerja jaringan telko ini.

Ketinggian membuatnya menggigil, bukan menggil fisiknya tetapi pikiranya. Standby 24 jam dan 360 hari on call. Ini merupakan hal luar biasa bak tentara penjaga langit belantara. Ini seperti mudah yang tidak pernah mudah. Setiap saat seperti melewati waktu begitu saja. Lebaran diterjang, natal ditinggalkan, tahun baru tidak ada dikalendernya. Waktu memang sempit untuk sedikit uang. Uang mengambil waktu semua orang.

Mengembara bekerja di jaringan telekomunikasi seperti tentara membela negara. Tugas memanggil hari itu juga harus diselsaikan. Jika pemadam kebakaran pantang pulang sebelum padam, pekerja jaringan telko pantang pulang sebelum on air. Nikmat tidak nikmat haruslah dinikmati, ini semua demi uang, uang dan selalu uang untuk penghidupan. 

Nasib memang bisa diubah tetapi sangat sulit ditentang. Meskipun uang berada di tempat-tempat yang sulit dan berliku tetap saja harus dicari. Ketinggain tak lagi soal, toh mencari uang dibawah tanah masih ada. Uang sangat menyilaukan sampai-sampai beban beratpun harus diterjaang. Cara terbaik tetap mencari uang itu mebutakan diri agar tak melihat yang lain. Ketika terlalu jauh melihat yang lain pekerja jaringan akan selalu merasa dibawah padahal pekerja jaringan telko merupakan pekerja dengan status yang tinggi karna bekerja diketinggian itu.