Ngesti Setyo Moerni
Ngesti Setyo Moerni Ibu Rumah Tangga, TP PKK KTS, Konsentrasi di Lingkungan(Mentor Mengolah Sampah Skala Rumah Tangga, penghijauan, tanaman obat dan lain-lain) dan lain-lain

Berusaha mengurangi yang berakibat rusaknya Lingkungan, dimulai dari diri ku sendiri dan Keluarga

Selanjutnya

Tutup

Hijau Artikel Utama

Bertanam di Botol Bekas itu Mudah dan Menyenangkan

1 Juni 2017   13:24 Diperbarui: 3 Juni 2017   10:43 4067 9 5
Bertanam di Botol Bekas itu Mudah dan Menyenangkan
Tanaman hias pun dapat tumbuh xubur. Foto Ngesti

Bertanam dengan menggunakan wadah botol bekas, biasa disebut Hidroponik Sederhana. Cara ini sangat mudah murah tetap menyenangkan. Tidak perlu repot-repot menyiram dalam waktu dua kali sehari, cukup tiga hari sekali mengisi ulang botol bagian bawah yaitu wadah air dan nutrisi. Tetapi hasilnya juga tidak sebanyak Hidroponik dengan wadah talang maupun paralon, dengan system air mengalir ataupun menggenang.

Jika ingin hasil banyak harus menyediakan banyak botol, yang dapat digantung maupun diletakkan dimeja.

Bertanam dalam botol digantun. Foto Ngesti
Bertanam dalam botol digantun. Foto Ngesti

Bertanam dengan wadah botol bekas ini tetap saja membutuhkan matahari penuh, air dan nutrisi, biasa disebut AB Mix ini sudah lengkap kandungan nutrisi yang diperlukan tanaman. Meski menggunakan media agak padat tetapi tidak serumit dan serepot tanaman dipot atau polybag, cukup dengan campuran media kompos organik, sekam bakar serta cocopet dengan perbandingan 1:1:1]

Daun mint dtanam di botol.Foto Ngesti.
Daun mint dtanam di botol.Foto Ngesti.

Apa saja yang dapat ditanam di sana?

Sayuran yang dimanfaatkan daunnya, maksudnya sayuran yang digunakan daunnya, seperti selada, pokchay, seledri chay sim, daun bawang, kailan dan lainnya. Tak hanya sayuran tanaman hias pun dapat ditanam dengan metode hidroponik sederhana terserah bagaimana anda mencobanya.

Pengalaman bertanam dengan hidroponik sederhana ini, ilmunya aku dapatkan beberapa tahun lalu ketika masih aktif menjadi Anggota Tim Penggerak PKK Kota Tangerang Selatan kebetulan aku berada pada posisi anggota Pokja IV bidang Lingkungan sehat. 

Pokja empat ini sebenarnya banyak berkutat di Posyandu tetapi aku sudah agak jenuh berkecimpung di Posyandu karena pada sekitar tahun 1990 an aku sudah berkutat dengan Posyandu di Komplek Perumahan, sepertinya sudah terlalu lama, ternyata aku lebih nyaman bergelut pada kegiatan di lingkungan kesehatan mengenai kebersihan lingkungan rumah, tentang tanaman terutama tanaman obat dan kasiatnya, pokoknya menyenangkan sekali jika kita bergelut dan bergaul dengan alam meng otak-atik tanaman hingga mengurai sampah organik menjadi kompos yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Kebetulan pada waktu itu ada workshop mengenai bagaimana bertanam dengan cara hidroponik sederhana oleh Dinas Pertanian Kota Tangerang Selatan dibawakan oleh pak Ai. Pada acara Pertemuan DWP Kota Tangsel, di sini aku harus jujur dari mana ilmu yang aku dapatkan, diperkaya lagi belajar langsung dengan pakde Google, karena takut nanti dikira akulah pencetusnya.

Waktu dapat ilmu itu aku sangat antusias dengan adanya inovasi baru bagiku, yang jelas murah mudah karena wadah tinggal memungut di rumah sendiri ataupun di tempat kerabat yang biasa mengkonsumsi air mineral, minuman bersoda dan lainnya yang berukururan 1,5 liter atau lebih besar lagi. Yang demikian ini cukup sebagai wadah bagi tanaman serupa tanaman sayuran, dapat menampung perkembangan perakaran nantinya.

Hidroponik sederhana. Foto Ngesti
Hidroponik sederhana. Foto Ngesti

Kala itu setiba di rumah langsung praktik, mengikuti arahan sesuai dengan yang dilihat. Ternyata memang mudah dan berhasil, tanaman yang aku tanam tumbuh dan berkembang pesat, termasuk sayur kailan dan daun selada lokal, terlihat subur memuaskan.

Sayang jika inovasi bagus semacam ini tidak kusebar luaskan kepada anda pembaca di mana saja, dengan harapan dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan sayur pada rumah tangga jika ditekuni secara kemauan.

Kemudian jika anda mau menyerap inovasi ini, penulis beharap selanjutnya akan menularkan lagi kepada kerabat anda, teman-teman sekitar anda. Penyampaian secara estafet semacam ini lebih cepat berkembang pergerakannya dan bermanfaat bagi masyarakat banyak. Mari berbagi dengan hal-hal sedikit tetapi positif dengan kepentingan yang diperlukan bagi banyak insan.

Berharap dengan perilaku yang demikian agar dapat ditiru oleh generasi mendatang sehingga Bumi ini penuh dengan kedamaian,  dalam khasanah kehijauan lingkungan, menciptakan angin segar disanubari.

Yanaman daun Jinten, Kayu cendana dan puring. Foto Ngesti.
Yanaman daun Jinten, Kayu cendana dan puring. Foto Ngesti.

Cara menanam pada botol bekas [Hidroponik Sederhana]

Tanaman yang ditanam di sini adalah tanaman yang membutuhkan matahari langsung. Hal ini sudah aku praktekkan di rumah selama bebarapa tahun lalu, maka dari itu, yang disampaikan ini sudah melalui uji coba siap disebar luaskan kepada anda, selain itu aku juga sampaikan melalui workshop keliling kepada masyarakat,  tetapi jika anda sudah paham dan pengalaman dengan hal ini mari kita sebar luaskan kepada masyarakat di sekitar anda.

sekam bakar, cocopeat dan kompos, Foto Ngesti
sekam bakar, cocopeat dan kompos, Foto Ngesti

Botol bagian atas setelah dipotong diberi sumbu. Foto Ngesti
Botol bagian atas setelah dipotong diberi sumbu. Foto Ngesti

Masukkan media menutupi sumbu.Foto Ngesti.
Masukkan media menutupi sumbu.Foto Ngesti.

Tabanab kecil dimasukkan.Foto Ngesti
Tabanab kecil dimasukkan.Foto Ngesti

Masukkan air kedalam botol dibagian bawah.Foto Ngesti
Masukkan air kedalam botol dibagian bawah.Foto Ngesti

Caranya.

  • Botol dipotong menjadi 2 bagian, dibagian atas potongannya lebih pendek, yang dibawah lebih panjang. Maksudnya dapat untuk menampung air lebih banyak
  • Botol bagian atas buang tutupnya lalu diberi sumbu, dari kain flanel atau sumbu kompor, dapat juga bahan yang sudah tak terpakai
  • Botol bagian atas dipasang sumbu dengan cara dibundal supaya tidak merosot,, lalu diletakkan terbalik mengarah kebawah, sumbu menyentuh dasar botol bawah.
  • Botol bawah bagian atas diberi lubang-lubang nanti berguna bagi oksigen sangat dibutuhkan oleh air yang ada didalam botol.
  • Siapkan media.
  • Media bisa bermacam-macam sesuai keadaan, tetapi biasanya aku menggunakanan campuran sekam bakar, cocopeat[sabut kelapa yang sudah dilembutkan] dan kompos matang dengan perbandingan 1:1:1 diaduk..
  • Isi potongan botol yang sudah diberi sumbu dengan adukan media
  • Masukkan bibit tanaman dengan akar menyentuh sumbu, agar akar kecil selalu basah oleh aor yang ada pada sumbu.
  • Potongan botol baian bawah diisi air.

Sudah beres tinggal pemeliharaan Mudah bukan? Nan Murah?

Mengenai bibit tanaman yang akan ditanam beserta nutrisi AB Mix dapat dibeli di penjual kebutuhan tanaman, tinggal pilih jenis bibit tanaman sayurn suesuai selera. Bibit tanaman yang masih berbentuk biji tinggal disemai. Sekitar usia 2 minggu. Setelah kira-kira tumbuh $ sampai lima daun, bibit tanaman sudah bisa dipindah tanam di botol-botol seperti penjelasan di atas

Setelah berjalan selama tiga hari baru diberi nutrisi khusus untuk hidroponik yaitu AB Mix. Kandungannya sudah diracik sedemikian rupa sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman tinggal menghitung berapa banyak yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut. Dengan penjelasan aturan pemakaiannya. Berapa lama jarak pemberiannya sudah lengkap ada dipetunjuknya.

Nah, Sahabat Indonesia, mari bergiat untuk bertanam memenuhi kebutuhan sendiri karena jika yang kita tanam sayuran, kita sudah tepat memilih untuk mengkonsumsi makanan sayur sehat, bersih tanpa bahan kimia menyertainya terutama pestisida.

Salam Bertanam.

-Ngesti Setyo Moerni

"Artikel ini khusus dipersembahkan untuk Pancasilaku, Pancasila kita semua"