Fiksiislami

Ikhtiar dan Berdoa

2 Agustus 2018   12:24 Diperbarui: 2 Agustus 2018   12:31 437 1 0

Pergi ke eropa (Swedia) :

Semua orang pasti mempunyai mimpi dan bermimpi, mimpi seseorang berbeda-beda entah mimpi itu sederhana atau bahkan tinggi setinggi menjulang langit dan ketika jatuh kebawah mungkin sakit. Hehehe!!!

Dalam hadist al-quran menjelaskan bahwa mimipi itu ada, mimpi merupakan pemberian dari allah yang di berikan kepada seseorang lewat tidurnya. Ada tiga macam mimpi : (1) Mimpi sebagai kabar gembira dari Allah, yakni yang baik dan benar. (2) Mimpi permainan syetan. (3) Mimpi yang terjadi akibat angan-angan diri sendiri.

- Mimpi yang baik/kabar gembira dari Allah (ru'ya shalihah) adalah mimpi yang dialami oleh orang-orang yang shalih dan mimpi ini adalah mimpi yang benar.

- Mimpi hasil permainan syetan adalah mimpi yang tidak berarti sama sekali dan tidak perlu untuk di ta'wil.

- Mimpi yang terjadi akibat angan-angan diri sendiri seperti orang yang dalam keadaan lapar, lalu tertidur dan bermimpi makan.

Mimpi berlaku pada semuanya mau itu anak kecil, remaja bahkan yang tua sekali pun. Kebanyakan bilang " Mimpi itu hanyalah bunga tidur " ya bunga tidur yang bisa kita rasa namun tak terjadi. Makna ini dipakai karena mimpi dianggap sebagai hiasan saja. Tapi bagaimana bila mimpi itu pada akhirnya benar-benar terjadi? Semuanya Wallahu A'lam, artinya ialah Allah lah yang Maha Mengetahui. Itu berlaku padaku, 

Aku kayra putri bermimpi ingin pergi ke negara eropa tepatnya di negara swedia. Entah itu hanya sebuah mimpi belaka atau sebuah hayalan semata yang menjelaskan ke 3 dari hadist mimpi. Yang jelas allah maha mewujudkan semua yang belum terjadi. Aku juga tidak tau sejak dari kapan aku sangat menyukai negara itu yang jelas tiba-tiba aku selalu bermimpi ingin pergikesana. 

Kenapa aku memilih negara tersebut sebagai mimpiku entah aku juga tidak tau yang pasti aku ingin menikmati indahnya negara swedia, makanan disana tak lupa menikmati dinginnya salju. Karena semenjak dari kecil aku tak pernah tau bagaimana salju. Apakah mungkin mimpiku dapat terwujud atau bahkan tidak sama sekali?. Entah kapan mimpi itu dapat terwujud semua itu masih tanda tanya besar.

Dalam riwayat Al-Bukhari dari Abi Sa'id Al-Khudzriy, Rasulullah bersabda:


Artinya : " Mimpi yang baik adalah bagian dari 46 bagian kenabian "

Bercita-cita jadi dokter :

Selain aku bermimpi ingin pergi ke swedia, aku juga bermimpi dan bercita-cita menjadi seorang dokter apakah mungkin orang sepertiku bisa mewujudkan mimpi dan cita-cita, sedangkan aku hanyalah orang miskin lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) lihat orang tuaku saja siapa bekerja sebagai apa, Ayahku yang hanya seorang buruh serabutan dan ibuku yang seorang ibu rumah tangga. 

Di tambah lagi aku seringkali di kucilkan oleh semua orang karena mimpi dan cita-citaku " Buat apa bermimpi dan bercita-cita setinggi langit tidak akan bisa paling juga nanti kamu bukan menjadi dokter tapi menjadi pengangguran mimpi itu jangan tinggi-tinggi, udah lah urungkan saja mimpi dan cita-citamu itu. "

( Hanya terdiam dan menghela nafas astagfiruallah )

Aku hanya terdiam tanpa membalas satu kata dari mereka, terlintas dalam benak fikiran negatifku sebenarnya apa yang di katakan mereka itu ada benarnya juga niat hati aku ingin mengurungkan niatku tetapi seketika niatku berubah kembali. Aah.. aku yakin bahwa di dunia ini tidak ada yang mungkin pasti semua bisa terjadi Allah tidak pernah tidur dalam al-quran juga disebutkan ketika Allah sudah menakdirkan " Man Jadda WaJada " yang artinya " Barang siapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil " Bagi allah hal besar dan sekecil apa pun bisa terjadi. Kita sebagai manusia hanya bisa berserah, bertawakal, bersabar, berdoa, dan pantang menyerah. Selebihnya allah lah yang menetukan. Karena sesungguhnya sebelum kita terlahir di dunia ini sudah diriwayatkan dalam garis tangan kehidupan dari allah yaitu jodoh, rezeki dan maut.

Ketika mimpi dan cita-cita inginku raih dan genggam namun kegagalan demi kegagalan, putus asa selalu ada di dalam hidupku. Saat aku ingin mendaftar ke perguruan tinggi ibu dan ayahku tidak memiliki banyak uang meskipun ada jalur khusus peringanan biaya (sbmptn) tetapi itu kan cuma hanya sebatas peringanan selebihnya dari mana?. Heem.. Aku hanya tertunduk lemah terdiam merenungi nasibku. Aku termenung merenungi nasibku, tanpa aku sadari aku bangkit kembali buat apa berlama-lama merenungi nasib tidak akan merubah segalanya kalau aku hanya begini saja.

" Satu kegagalan awal dari kesuksesan "

Dari satu kegagalan aku belajar untuk bangkit kembali. Meskipun aku tau itu menyakitkan tapi buat apa kita berlama-lama menahan rasa sakit yang tidak akan merubah segalanya kalau kita hanya diam dalam rasa sakit. Aku kembali bangkit jalur sbmptn telah gagal aku memilih jalur yang lain untuk dapat masuk perguruan tinggi dan mengambil fakultas kedokteran. 

Yaitu jalur beasiswa meskipun aku tau jalur yang aku ambil ini tidak lah mudah bagiku, jalur beasiswa ini hanya untuk orang-orang yang benar-benar memiliki kemampuan yang sangatlah cerdas sedangkan aku, hehe.. Cukuplah tidak bodoh-bodoh amat. Tapi aku tetap yakin dengan apa yang aku lakukan. Mencoba, bertarung dang berjuang dulu apa salahnya.

Keesokan hari

Hari ini adalah hari aku mencoba, bertarung dan berjuang tak lupa harus dengan adanya doa. Rasa getar getir, detak jantung berdegup kencang, Huuuh.. Semuanya tercampur menjadi satu di dalam ruangan.

Satu jam berlalu

Waaah.. Akhirnya selesai juga ujian hari ini lega rasanya seperti ingin melayang tapi!! Bagaimana dengan hasilnya?. Ah.. Itu masalah belakangan yang terpenting aku sudah mencoba, bertarung dan berjuang serta berdoa. Tiba saatnya pengumuman hasil tes kemarin. Huuh.. Belum apa-apa panas dingin, keringat bercucuran rasanya sepertii.. Orang menahan ingin BAB uups.. Hehe.

Tiba-tiba petugas seleksi datang, dia mengumumkan bahwa daftar nama-nama calon peserta yang akan lulus di pajang di mading. (Huuuf.. Menarik nafas) Satu demi satu langkah aku menuju pengumuman itu dan ternyataa..!! Yeyeyeyeah.. Namaku tidak tertera di mading artinya aku gagal lagi pupus sudah harapanku untuk menjadi dokter. Bahwa benar mimpi dan cita-cita itu tidak boleh tinggi kalau jatuh ya pasti sakit seperti apa yang aku rasain sekarang ini.

Kecewa, kesal, marah, sedih, putus asa semua menjadi satu. Yang aku fikirkan sekarang ini adalah kegagalan demi kegagalan mengapa aku harus gagal? Pupus sudah rasanya harapanku. Ingin rasanya aku marah terhadap semuanya terutama pada diri sendiri.

Allah Ta'ala berfirman :

" Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung  " (Aali 'Imraan:200)

" Manusia terlahir dari kegagalan, tanpa adanya gagal tidak akan ada keberhasilan "

Kedua orang tuaku selalu berusaha memberikanku semangat agar aku bangkit kembali supaya aku tidak berlama-lama dalam keterpurukan. Ibu yang selalu memberikanku masukan-masukan yang baik agar aku lebih sabar dan bangkit.

" Setiap orang boleh merasa kecewa, sedih, dan marah semua itu manusiawi namun satu hal yang tidak boleh orang miliki yaitu putus asa coba bayangin kalau semua orang di dunia ini putus asa, mungkin manusia di dunia ini tidak akan berkembang. contohnya, mobil, motor, pesawat dan kereta itu siapa yang membuat manusiakan! Mereka pun sama awalnya pasti merasakan kegagalan tapi dengan niat dan usaha tidak putus asa mereka bisa membuat semua itu dengan adanya pertolongan Allah. Memang terkadang masih banyak yang belum berhasil tetapi itu bukan karena siapa-siapa melainkan harus lebih bersabar mungkin allah sedang menyiapkan yang lebih baik dari itu "

Ayah selalu menguatkanku bahwa hidup di dunia itu seperti roda yang berputar bukan hanya roda saja yang berputar bumi pun berputar. Tidak selamanya yang di bawah akan terus berada di bawah.

" Orang yang putus asa itu seperti kacang, tanpa ada yang membukanya kacang akan selalu berada di dalam coba sebaliknya kalau kacang itu ada yang membuka ia akan merasa bebas dan menjadi manfaat bagi semuanya sama halnya dengan orang yang putus asa tanpa bangkit mungkin tidak akan pernah berhasil. Kalau kayra tertutup di dalam kamar tidak mau nunjukin semangat lagi apakah bisa kayra berhasil, memangnya ada orang yang gagal tanpa berusaha lagi akan menjadi berhasil, tidak kan? Yang berhasil pun tidak akan menjadi berhasil tanpa adanya gagal yang terpenting kita harus terus semangat dan berdoa "

Kalau pun kayra belum berhasil menjadi dokter lebih baik kayra coba untuk mencari pekerjaan siapa tau setelah kayra bekerja kayra akan menjadi seorang pengusaha.

Aku mencoba merenungi setiap perkataan dan masukan mereka, aku pun sadar bahwa keterpurukan itu salah besar akhirnya aku kembali bangkit semangatku kini mulai dari nol kembali. Tanpa mereka mungkin aku takkan pernah sadar dari keterpurukan dan tidak akan kembali bangkit. Memang yang di katakan orang tua itu benar beruntung sekali aku mempunyai mereka yang selalu memberikanku semangat dan motivasi.

 

" Kehidupan itu seperti roda berputar tak selamanya berada di bawah, sekarang gagal belum tentu masa yang akan datang menjadi orang yang berhasil jadi ayo bangkit jangan terpuruk terus "

Semangat baru : Mencari pekerjaan

Aku belajar dari keterpurukan dari dua kegagalan bahwa hidup itu harus terus berjuang, tanpa berjuang tak akan menghasilkan apa-apa. Meskipun aku gagal menjadi dokter tetapi itu bukan akhir dari segalanya. Aku memutuskan untuk mencari pekerjaan aku melamar kesana kemari di sebuah pt pt besar telah banyak sudah aku melamar, untuk hasilnya aku pun tidak tahu.

Satu minggu lamanya aku menunggu hasil aku melamar kerja. Siang itu dari beberapa banyak lamaran yang aku lamar cuma hanya satu yang mendapat panggilan aku diminta untuk mengikuti tes kerja. Aku mengikuti semua yang ada di dalam tes, satu persatu aku kerjakan soal itu sampai selesai. Akhirnya aku selesai mengikuti tes, hasilnya akan di umumkan saat itu juga. Jantungku mulai berdegup kencang, keringat bercucuran aku merasa khawatir dengan hasilnya aku takut kalau aku gagal lagi. Pada akhirnya apa yang aku khawatirkan terjadi aku gagal, rasanya seperti jatuh dari langit ke 7. Aku pergi dari tempat itu dengan rasa kecewa hancur sudah hatiku. Aku putuskan untung pulang.

Sesampainya di rumah

" Assalamualaikum "

" Waalaikumsalam "

Tiba-tiba orang tuaku menanyakan

" Eh.. Kayra udah pulang, Gimana ra hasil tes tadi? " Ibu berkata

" Iyah gimana hasilnya tadi ra? " Ayah berkata

" Gagal, aku gagal lagi " (Muka cemberut bercampur marah)

" Mungkin belum rezekinya harus lebih bersabar dan jangan menyerah " Ibu berkata

" Iya benar apa yang ibu katakan kamu harus terus berjuang jangan pantang menyerah " Ayah berkata

Mereka benar bahwa hidup harus terus berjuang. Keesokan hari, aku telusuri sepanjang jalan hanya seorang diri demi untuk berjuang lagi melamar kesana kemari tanpa mengenal lelah, panas, haus dan capek. Sudah banyak aku menaruh lamaran kerja dan udah banyak juga aku di tolak. Semua aku serahkan semuanya pada allah, aku cuma hanya bisa berjuang dan berdoa.

Berhari-hari, berbulan-bulan sudah berlalu tapi satu pun dari lamaran yang aku lamar belum juga ada panggilan. Aku hampir putus asa tak ingin rasanya aku berjuang tetapi aku sadar bahwa aku harus terus berjuang.

" Perjuangan tidak akan mungkin mengkhianati hasil "

Satu tahun lamanya aku masih tetap dalam kegagalan, menjadi dokter gagal sampai mencari pekerjaan pun gagal. Dari kegagalan-kegagalan yang aku alami, aku hanya terdiam mengurung diri di kamar meratapi nasibku yang gagal. aku pun tidak ingin bicara dengan siapa-siapa aku hanya ingin sendiri. Meskipun kedua orang tuaku selalu memberikan semangat agar aku bangkit kembali tetapi aku menghiraukan semua itu. Bagiku sudah cukup tak ada lagi kata bangkit karena semuanya sudah gagal percuma saja aku bangkit kalau pada akhirnya harus gagal. Semua omongan orang tua aku hiraukan sakit rasanya hati ini semua yang di lakukan selalu gagal.

Hari-hari aku selalu terdiam mengurung diri, tak pernah aku ceritakan semua beban perasaanku kepada mereka karena aku tidak ingin mereka ikut larut dalam kesedihanku biarkan aku sendiri yang merasakan ini semua. Meskipun aku tau mereka juga merasakan apa yang aku rasa. Ketika itu ibu menanyakan kepadaku tentang perasaanku.

" Ra, ibu tau kamu merasa sedih tapi sampai kapan kamu harus begini terus "

" Aku gak merasa sedih ko bu " (Menyembunyikan semuanya dari ibu)

" Ibu cuma hanya gak ingin kamu kaya gini kamu harus bangkit "

" Iya ibu aku gak papa percaya ko "

Meskipun aku tidak terbuka pada ibu tapi hati seorang ibu mana sih yang tidak merasakan perasaan anaknya apa lagi dalam keterpurukan. Aku yang tidak ingin ibu curiga karena kesedihanku mencoba untuk bangkit meskipun aku tau rasanya sakit. Pagi itu, aku pergi untuk mencari pekerjaan semua lowongan sudah aku datangi namun semua itu nihil nol besar tak ada hasil. 

Kecewa sudah rasanya namun aku berfikir lagi bagaimana dengan ibu. Aku kembali mencari pada saat itu aku mendapatkan loker setelah aku mendapatkan panggilan aku pun di minta untuk interview aku pun menjalaninya. 

Setelah semuanya selesai pertanyaan demi pertanyaan tiba-tiba rasanya aku seperti orang yang terhipnotis karena aku merasa tergiur dan terperosok dengan apa yang telah aku perjuangkan namun semua itu gagal. Aku tertipu besar 500 ribu oleh orang itu dengan iming-iming bisa bekerja secepatnya. Aku yang bodoh karena hipnotisan atau apakah itu akhirnya aku membayarnya 500 ribu habis sudah uangku saat itu. Tidak ada rasa aneh dan curiga sekali pun dalam benakku terhadap orang itu aku begitu polosnya memberikan uangku padanya.

" Oke semuanya sudah memenuhi standar kalau kamu mau secepatnya bekerja kamu harus membayar 500 ribu biaya tersebut bukan buat apa-apa atau pun bukan buat saya itu buat persyaratan-persyaratan yang lainnya jadi kamu gak usah nyiapin persyaratan-persyaratan lagi kamu cuma tinggal nunggu waktu panggilan kerja gimana? " (Nada membujuk)

" (Terdiam sejenak) Baik saya setuju pak " (Tanpa curiga)

" Ini suratnya yang harus kamu tanda tanganin sebagai bukti pembayaran "

Aku menuruti semua perintah orang itu tanpa curiga.

" Oke sudah saya tanda tanganin "

" Sekarang mana uang pembayarannya "

" Ini dia uangnya "

" Oke nanti akan saya proses kamu gak usah khawatir tidak di pekerjakan kamu pasti akan di pekerjakan nanti saya akan kabarin kamu lagi untuk training kerja besok "

" Baik pak "

" Apa masih ada yang kamu ingin tanyakan? "

" Sudah tidak ada lagi pak "

" Baiklah kalau tidak ada lagi yang ingin di tanyakan kamu boleh keluar, terimakasih "

" Baik pak terimakasih juga "

" Ya sama-sama "

Aku pun keluar dari ruangan itu seakan-akan tidak ada sesuatu hal yang terjadi. Satu minggu berlalu dari hari yang di tentukan orang itu dia menjajikan bahwa aku akan training kerja besok tapi nyatanya tidak ada satu minggu sudah berlalu bahkan sampai berbulan-bulan lamanya ternyata aku tertipu aku pun tidak tau bagaimana bisa aku tertipu.

" Ko tidak ada panggilan untuk kerja ya besok ini sudah lebih dari waktu yang di janjikan " (Dalam hati sambil melihat hp)

Saat itu hatiku sungguh cemas karena uang itu adalah uang terakhir simpenanku, aku pun tidak memberi tahu orang tuaku mengenai hal ini. Dari kejadian itu aku cuma termenung memikirkan bahwa aku telah tertipu. Ingin rasanya aku berteriak sekencang kencangnya mengeluarkan semua beban yang ada tapi semua itu tak bisa aku cuma bisa bersedih menangis dan menangis di dalam kamar. 

Mau berbagi kesedihan pun dengan siapa? Dengan teman, sahabat apakah mereka bisa dan mengerti tentang keadaanku dan membuat aku bahagia kembali. Bercerita dan membaginya kepada orang tua aku takut mereka akan sangat sedih. 

Tidak ada yang bisa membagi perasaanku aku pendam sendiri rasanya ingin frustasi. Tanpa di duga ibu memiliki perasaan yang sama denganku meskipun ibu tidak tau apa yang di alami oleh anaknya hati seorang ibu mana yang gak sama dengan anaknya.

" Ra, sebenarnya kamu kenapa coba ceritakan semuanya pada ibu, ibu gak akan memarahimu kalau pun kamu buat salah "

" Mmm.. Tidak ada ko bu "

" Hati seorang ibu tidak bisa di bohongin meskipun yang bohong anaknya sendiri karena seorang ibu tau perasaan anaknya semenjak ia masih di dalam kandungan "

Tiba-tiba tanpa aku sadari air mataku terjatuh dan menetes membasahi pipi, Aku masih terdiam.

" Kenapa kayra menangis? "

" Haaah " (Menghapus air mata)

" Coba kayra cerita dan terbuka sama ibu pasti ibu bantu " (Menenangkan anaknya)

" (Air mata pun terjatuh kembali) Akhirnya aku menangis dengan sekencang-kencangnya di hadapan ibu meskipun aku tidak ingin menangis di hadapan ibu tapi semua itu sudah tidak bisa aku tahan lagi tiba-tiba terjatuh dengan sendirinya. "

" Menangis lah kalau itu membuat kamu merasa lebih lega "

Tangisan aku pun terhenti aku mencoba pelan-pelan untuk menceritakan semuanya.

" Ibu kenapa sih aku tidak seberuntung mereka teman-temanku yang selalu berhasil sedangkan aku!! Setiap usaha yang aku lakukan semuanya selalu gagal. Waktu itu aku baru saja tertipu 500 ribu habis semua uang simpenanku aku juga tidak tau bagaimana bisa aku tertipu yang jelas semua itu berawal dari iming-iming masuk kerja dengan cepat aku tidak sadar bahwa saat itu aku sedang di tipu. "

" Jadi itu masalahmu yang membuat kamu selalu termenung dan tidak membuka diri kepada ibu, kamu tidak boleh merasa bahwa kamu tidak seberuntung teman-teman kamu, setiap orang mempunyai rezekinya masing-masing dari allah jika sekarang kamu merasa selalu gagal itu berarti allah sedang menguji kesabaranmu sampai dimana kesabaranmu di uji oleh allah apakah kamu mampu bertahan dalam kesabaran dan ujian atau bahkan kamu lemah dari kesabaran semua itu adalah cobaan suatu saat allah akan menjawab dari semua kesabaran dan pertanyaan kamu dengan kebahagiaan. 

Untuk masalah kayra tertipu tidak usah di fikirkan anggap saja itu sebagai shodakoh amal kita yang nantinya akan di ganti oleh allah berlipat ganda dan satu lagi lakukan lah setiap tindakan dengan bismillah dan bersholawat meminta kepada allah di jauhkan dari hal-hal buruk. "

" Baik bu kayra akan mematuhi semua perkataan yang ibu katakan terimakasih ibu selalu ada di saat membutuhkan "

" Seorang ibu harus selalu ada buat anaknya disaat anaknya susah mau pun senang "

" Aku menjadi lega setelah semuanya berbagi dengan ibu "

" Makanya kalau ada apa-apa ceritakan semuanya pada ibu jangan di pendam sendiri "

" (Tersenyum) "

Dan Allah Ta'ala berfirman :


" Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. " (Al-Baqarah:155)

Dari setelah aku menceritakan semuanya kepada ibu. Ibu selalu berdoa di tengahnya malam untuk kebahagiaan dan kesuksesan anaknya.

" Ya allah berikan petunjuk bagi anakku agar anakku dapat hidup bahagia dan meraih kesuksesan kabulkan lah segala doa hamba, Amin ya rabbal alamin " Doa ibu

Tanpa aku sadari aku melihat ibu yang sedang berdoa dalam sujudnya memohon padanya (Allah), doa yang ibu panjatkan semuanya itu untuk kebahagiaan dan kesuksesan anaknya. Aku merasa semakin tak berguna sebagai anak hanya bisa membuatnya susah. Aku menyadari bahwa  sikapku selama ini salah yang larut dalam keterpurukan karena gagal. Akhirnya aku mencoba untuk bangkit meskipun aku tahu bahwa ibu juga ikut menangis ketika melihat anaknya gagal tetapi tangisan ibu tidak pernah diperlihatkan di hadapan anaknya.

Pagi ini dengan sedikit kemampuanku aku  mencoba berjualan ya meskipun aku tau aku tak ahli dalam berdangang tapi aku ingin mencobanya. Hari pertama hanya ada beberapa orang saja yang beli dari pagi sampai sore cuma hanya ada sedikit pembeli jualanku juga masih banyak. Mungkin baru hari pertama aku jualan jadi belum banyak yang tau dengan jualanku. Hari kedua aku jualan hasilnya lumayan tidak seperti hari pertama hari-hari berikutnya dan seterusnya juga lumayan.

Tiga bulan lamanya dari kejadian itu aku menekuni dunia berdagang tapi tiba-tiba saat itu aku harus berhenti karena kekurangan modal semakin hari semakin sepi jualanku. Akhirnya aku putuskan untuk gulung tikar, disaat aku gulung tikar orang-orang yang tidak suka padaku puas menghinaku.

" Kasihan yah mimpi jadi dokter gagal, cari kerjaan gak dapet-dapet tertipu juga eh sekarang berdagang gulung tikar. Haha.."

" Udahlah mendingan kamu jadi pengangguran aja atau gak kamu nikah aja sama orang kaya "

" Kalau nikah sama orang kaya gak mau yaudah jadi pengangguran aja "

Aku hanya terdiam meskipun dalam hatiku ingin marah dan mencekik mereka-mereka yang selalu merendahkanku. Tetapi aku masih punya hati dan akal sehat tidak semua kemarahan di balas dengan kemarahan. Aku hanya berfikir bahwa semua perkataan orang-orang yang selalu merendahkanku itu sebagai cambuk buat bangkit meraih mimpi.



" Tetapi orang yang bersabar dan mema`afkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan. " (Asy-Syuuraa:43)

Satu setengah tahun aku masih dalam kegagalan aku terus berjuang dan berdoa walaupun waktu itu ada panggilan kerja dan sempat intervew tapi aku masih gagal. Aku belajar dari satu setengah tahun kegagalan bahwa di saat gagal kita tidak boleh meratapi kegagalan melainkan kita harus terus bangkit berjuang dengan berdoa.

Dan Allah Ta'ala berfirman :


" Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. " (Al-Baqarah:153)

Semua awalnya pasti gagal merasa tidak berguna semua itu awal dari akhir yang bahagia tanpa gagal tidak akan pernah merasakan berjuang, tanpa gagal tidak akan mungkin adanya berhasil. Yang terpenting hidup itu harus terus berjuang dan jangan pernah sekali-kali putuskan doa saat kita merasa gagal tetapi kita harus terus meminta yang terbaik kepada sang pencipta ( Allah ) dan jangan pernah sekali-kali berfikir bahwa tuhan ( Allah ) tidak pernah adil dan membatu. Allah tau mana yang terbaik buat kita kalau pun setiap usaha yang kita lakukan berunjung pada kegagalan dan kegagalan disaat itulah allah sedang menguji kita dengan kesabaran dan mempersiapkan yang lebih baik dari itu.