Kheyene Molekandella Boer
Kheyene Molekandella Boer Dosen

seorang Ibu dari anak Bumi

Selanjutnya

Tutup

Tebar Hikmah Ramadan Pilihan

Lima Ribu Rupiah untuk Satu Hari Puasa (Seni Mengajarkan Puasa pada Anak)

16 Mei 2019   04:08 Diperbarui: 16 Mei 2019   04:17 20 2 0
Lima Ribu Rupiah untuk Satu Hari Puasa (Seni Mengajarkan Puasa pada Anak)
Republika.co.id

Berpuasa adalah sebuah kewajiban dan keistimewaan bagi umat Muslim. Meski begitu tugas kita sebagai orang dewasa mengajarkan berpuasa kepada anak anak kecil dibawah kita. Jadi ingat dulu kalau puasa saat saya kecil, banyak cara yang saya lakukan untuk dapat "prestise" puasa full seharian. Berikut warna warni puasa yang wajib dikenang saat saya masih kecil :

1.Sehari 5 ribu perak
Saat saya masih SD, cara ayah saya mengajarkan puasa adalah mengiming-imingi saya dan adik saya dengan imbalan 5 ribu rupiah perhari. Tahun 90-an uang 5 ribu bak 50 ribu dijalan sekarang. Tentunya saya jadi semangat puasanya malah biasanya tidak ada yang bolong demi nanti lebaran saya mendapat uang senilai hari saya puasa 30 hari x 5.000 yakni 150 ribu rupiah bagi seorang anak SD

2.Mokel
Meski diiming-imingi rupiah, terkadang saya dan adik juga nakal dengan "mokel" atau membatalkan diri dari puasa tanpa sepengetahuan ayah. Kalau ketahuan lengkaplah 5 ribu perak kami. Intinya makan dan minum tanpa ayah tahu. Perut aman kantong aman.. itu pikiran saya zaman SD dulu

3.Menghitung hari puasa
Di akhir Ramadhan, para orang dewasa gemar sekali menanyakan kepada anak anak pertanyaan "tahun ini berapa kali bolong?". Pertanyaan ini bak pertanyaan yang sifatnya menantang, suatu kebanggan bagi saya dan siapapun menjawab kalau puasa kami bolongnya hanya 1 atau 2 hari. Tentunya hal ini akan berujung pada pujian yang tak habis habisnya "wah hebat, tahun depan full 30 hari ya"

Sampai akhirnya tahun demi tahun saya beranjak dewasa ayah tak lagi menawarkan rupiah saat bulan puasa, anak gadisnya mulai tumbuh menjadi dewasa. Saya semakin paham puasa bukan sekedar mencari rupiah tetapi ridhoNha, bukti bentuk keimanan saya terhadap sang Penguasa Allah.

Namun,kenangan itu sangat membekas kini usia saya menginjak 30 tahun ayah 59 tahun. Alhamdlilah beliau sehat selalu.., jika saya mengingatkan caranya mengajari saya puasa kamipun tertawa bersama. Malah kadang sambil.menyindir saya beliau mengatakan akan membayar saya 50 ribu rupiah perhari puasa..ha-ha-ha. Tentu saya menolak.

Mokel? Ayah saya tidak tahu sampai sekarang,hehe. Namanya juga kelakuan anak kecil mokel dibilang puasa adalah suatu kebanggan. Menyembunyikan satu rahasia besar dari imsak sampai buka tiba adalah pekerjaan yang sulit. Maka mokel ada sebuah prestise tersendiri bagi saya dan adik saat siapapun menganggap kami hebat karena puasa seharian kala itu. Hehehehe

Nah buat para orang tua, ada banyak cara yang bisa kita lakukan kepada anak kita untuk mengajari puasa, meskipun nanti didalamnya penuh dengan drama kebohongan dan drama -- drama lainya. Semoga generasi penerus menjadi bibit unggul berdasarkan nilai nilai keislaman dari kecil ya.