Iwan Nugroho
Iwan Nugroho Belajar Mengajar

Memulai dari hal kecil atau ringan, mengajar di Universitas Widyagama Malang. http://widyagama.ac.id/iwan-nugroho/

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Jangan Lupa Olahraga Meski Suasana Lebaran

30 Juni 2017   20:11 Diperbarui: 30 Juni 2017   20:32 444 0 0
Jangan Lupa Olahraga Meski Suasana Lebaran
bermain bola basket bersama keluarga (koleksi pribadi)

Suasana lebaran benar-benar menyita waktu.  Lebaran selalu diisi dengan perjalanan dan bersilaturahmi dengan famili, tetangga, atau handai taulan.  Sering juga silaturahmi diisi dengan rekreasi, mengunjungi tempat wisata untuk tujuan jauh atau dekat.  Ini makin lengkap dengan wisata kuliner, atau makan minum selama silaturahmi itu.

Banyak orang berupaya mengendalikan makan minum, agar tubuh tetap sehat dan fit.  Upaya ini wajar karena pengaruh makan minum berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.  Terutama untuk orang dewasa, banyak yang merasakan efek puasa telah membuat tubuh menjadi sehat.  Tubuh yang sehat ini tidak ingin menurun karena efek suasana lebaran.  Makanan atau jajanan lebaran umumnya berkalori tinggi, bahkan terkadang berlemak, sehingga berefek buruk bagi tubuh.

Nah, meski sudah membatasi makan dan minum, itu masih belum cukup.  Kini saatnya harus mulai berolahraga kembali, yang mungkin saat puasa sempat berhenti.  Badan harus digerakkan agar berkeringat.  Mungkin badan sudah sedemikian kaku atau tegang karena duduk selama perjalanan, atau kebetulan setir sendiri.  Maka, luangkan waktu ditengah waktu silaturahmi untuk menggerakkan badan.  Fisik tubuh yang fresh akan membuat pikiran positif, segar dan sehat.

Beberapa alternatif untuk olahraga atau menggerakkan badan sebagai berikut.

Pergi berjalan kaki ke masjid.  Selama bulan puasa, banyak yang rajin beribadah ke masjid untuk menunaikan sholat wajib berjamaah. Kebiasaan ini tidak perlu berubah, tetaplah ke masjid sambil berjalan kaki.  Pulang dari sholat, langkahkan kaki dengan mantap sambil menggerakkan badan.  Bila perlu tambahkan jarak, sambil berputar keliling perumahan merubah rute menuju ke rumah.  Udara pagi hari sangat segar; nikmati suasana pagi itu sambil berdzikir dan bersyukur.

Menggerakkan badan saat isturahat di perjalanan.  Jangan lupa untuk peregangan atau melemaskan otot saat kapan dan dimanapun.  Bagi anda yang naik kereta, anda bisa berdiri, atau berjalan kaki di dalam gerbong.  Hal sama bisa dilakukan saat di ruang tunggu di terminal, stasiun atau bandara; atau saat engisi BBM di SPBU. 

Wisata Alam bersama keluarga (koleksi pribadi)
Wisata Alam bersama keluarga (koleksi pribadi)
Wisata Alam bersama keluarga (koleksi pribadi)
Wisata Alam bersama keluarga (koleksi pribadi)
Pilih rekreasi sporty.  Sedapat mungkin pilih tujuan wisata yang mengajak pengunjung untuk bergerak dan mengeluarkan keringat.  Wisata alam dengan jalur trekking dapat dipilih, misalnya tujuan ke air terjun, gunung, kebun raya, atau pantai.  Wisata ini juga memuat pengenalan alam, konservasi atau edukasi lingkungan; hal ini akan sangat berkesan khususnya bagi anak-anak.  Jalur trekking yang ringan atau sedang dapat diikuti segala usia dengan nyaman dan aman.

bermain bola basket bersama keluarga (koleksi pribadi)
bermain bola basket bersama keluarga (koleksi pribadi)
bermain bola basket bersama keluarga (koleksi pribadi)
bermain bola basket bersama keluarga (koleksi pribadi)
Bermain sambil berolahraga.  Saat bertemu famili atau keluarga, perlu mengajak anak-anak bermain sambil berolahraga ringan.  Permainan yang disukai anak-anak misalnya main sepak bola, lempar bola atau bulu tangkis di halaman rumah.  Lebih baik lagi kalau mengajak keluarga ke lapangan untuk berolahraga, misalnya bola basket atau futsal.  Ayah, paman, sepupu, atau famili lain dapat saling bertanding walau hanya setengah lapangan.  Olahraga ini akan dapat lebih mengakrabkan hubungan kekeluargaan, memupuk kehangatan dan menciptakan kegembiraan. 

Beraktivitas di rumah.  Mungkin aja di rumah sedang ditinggal mudik oleh pembantu.  Anda tidak perlu mengeluh dan menggerutu perihal tersebut.  Nikmati saja kesempatan ini, dengan mengerjakan aktivitas pekerjaan rumah.  Suami sebagai kepala keluarga tidak perlu jaim bekerja untuk membantu istri.  Pekerjaan rumah yang cukup menguras tenaga antara lain mencuci mobil, menyapu, ngepel lantai, atau setrika.  Pekerjaan tersebut selama satu jam dapat membakar energi hingga 400 kkal. 

Malang, 30 Juni 2017