Irmina Gultom
Irmina Gultom Apoteker

A Pharmacist who love reading, traveling, photography, movies and share them into a write | Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta | IG: https://www.instagram.com/irmina_gultom/ | https://marvelousthings250552759.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Sehatsaatpuasa Artikel Utama

Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Vitamin?

7 Juni 2018   17:35 Diperbarui: 7 Juni 2018   20:22 2274 8 2
Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Vitamin?
Sumber: drozdietrecipes.info

Mengonsumsi vitamin bagaimanapun juga saat ini sudah menjadi tren dan bagian dari gaya hidup sehat. Selain praktis, mengonsumsi vitamin/suplemen dipercaya bisa memberikan manfaat kesehatan yang maksimal.

Meski saya bukan termasuk orang yang berpandangan bahwa mengonsumsi vitamin/suplemen secara teratur adalah cara yang terbaik untuk memelihara kesehatan, saya akui terkadang mengonsumsi suplemen memang dibutuhkan pada saat-saat (kondisi) tertentu.

Misalnya saat baru sembuh dari sakit, saat beraktivitas lebih banyak dari biasanya, maupun saat memang didiagnosa defisiensi (kekurangan) vitamin atau mineral tertentu. Dan seperti artikel saya sebelumnya, cara terbaik memperoleh vitamin dan mineral adalah melalui makanan dan minuman bergizi seimbang.

Ada banyak artikel yang membahas kontroversi apakah vitamin/suplemen memang dapat memberikan manfaat kesehatan atau tidak.

Di satu sisi mengkonsumsi vitamin/suplemen dapat memelihara kesehatan, tapi di sisi lain banyak juga referensi yang menyatakan bahwa konsumsi vitamin/ suplemen tertentu secara berlebihan dapat berakibat fatal.

Misalnya, kadar berlebih Vitamin A pada ibu hamil dapat mengakibatkan cacat bawaan pada janin. Jadi yang jelas, konsumsi vitamin/suplemen secara berlebihan tentunya malah akan berakibat buruk bagi kesehatan. Belum lagi resiko memperberat kerja ginjal (untuk filtrasi/penyaringan) dan hati (menetralkan racun).

Berhasil atau tidaknya konsumsi vitamin, tidak hanya dipengaruhi frekuensi dan dosisnya, melainkan juga waktu konsumsi. Dulu saya berpikir waktu terbaik mengkonsumsi semua jenis vitamin adalah pagi hari sebelum memulai aktivitas.

Namun nyatanya beberapa vitamin memang lebih baik diminum pada waktu-waktu tertentu, tergantung jenis kelarutan vitamin yakni mudah larut dalam air atau lemak.

Vitamin Larut Air

Contohnya vitamin kelompok B (B1/Thiamin, B2/Riboflavin, B3/Niacin, B5/Asam Pantotenat, B6/Pyridoxin, B7/Biotin, B9/Asam Folat, B12/Kobalamin) dan vitamin C. Vitamin B dapat meningkatkan energi tubuh sehingga sebaiknya vitamin B diminum saat pagi hari saat perut kosong (misal 30 menit sebelum sarapan) sebelum memulai aktivitas, sehingga vitamin lebih cepat terserap dalam tubuh. 

Sementara itu Vitamin C lebih baik diminum setelah makan mengingat sifatnya yang asam sehingga bila diminum dalam keadaan perut kosong kemungkinan akan berakibat buruk bagi lambung.

Beberapa vitamin larut air yang berakibat buruk bila asupannya berlebihan misalnya Niacin (kulit kemerahan) dan Asam Folat (menyembunyikan gejala kekurangan Vitamin B12 yang bisa menyebabkan kerusakan sel saraf).

Vitamin Larut Lemak

Contohnya Vitamin A, D, E dan K. Sebenarnya vitamin-vitamin ini tersimpan dalam hati atau jaringan lemak dalam tubuh. Oleh sebab itu sebenarnya kita cukup makan makanan yang mengandung keempat jenis vitamin itu. Namun bilapun harus mengonsumsinya dalam bentuk suplemen, sebaiknya pastikan jumlahnya sesuai dosis. Karena vitamin-vitamin ini justru berisiko berakibat buruk bagi tubuh jika dikonsumsi berlebihan.

Misalnya kelebihan Vitamin A bisa menyebabkan mual, muntah, sakit kepala dan resikonya lebih besar bila orang tersebut peminum alkohol dan memiliki gangguan hati. Atau kelebihan Vitamin D bisa menyebabkan penurunan nafsu makan, konstipasi, deposit kalsium dan fosfat di dalam jaringan lunak, dan sebagainya.

Selain itu perlu diketahui juga bahwa Vitamin K juga berperan dalam proses pembekuan darah, maka ia akan berinteraksi dengan obat-obat anti-pembekuan darah seperti Warfarin. Oleh sebab itu konsumsi Vitamin K tidak boleh bersamaan dengan Warfarin karena dapat mengganggu kerja obat.

Sebenarnya belum ada kesimpulan pasti mengenai kapan waktu terbaik minum vitamin larut lemak ini, namun idealnya adalah bersama makanan, bisa makan siang atau makan malam tergantung mana yang porsinya lebih besar.

Berhubung sebentar lagi musim mudik akan dimulai, pastinya sudah terbayang hiruk pikuk suasananya mulai dari persiapan mudik, perjalanan, maupun aktivitas selama di kampung halaman. Oleh sebab itu ada baiknya para pemudik juga siap sedia suplemen/vitamin untuk mencegah penyakit. 

Dan satu hal yang tak kalah penting adalah minum air putih yang cukup, mengingat belakangan ini temperatur di beberapa wilayah Pulau Jawa cukup tinggi sehingga dapat berisiko menyebabkan seseorang dehidrasi terutama saat terjebak macet di jalanan.

Selamat menikmati mudik ke kampung halaman Kompasianers! Kalau saya sih menikmati kekosongan Jakarta.

Referensi: Medical News, Health Central, US FDA