Fiksiislami

Apa Kabar Ibadah Kita Hari Ini?

12 Agustus 2018   11:51 Diperbarui: 12 Agustus 2018   12:05 432 0 0



   Ibadah adalah hak Allah atas makhluk-Nya. Ibadah adalah maksud dan tujuan penjiptaan jin dan manusia, sebagaimana firman Allah SWT.

"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-ku" (QS. Adz-Dzariyat: 56).

Barang siapa yang enggan beribadah kepada Allah, ia akan mendapat azab yang pedih:

"...Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS. Ghafir: 60).

            Detik demi detik berlalu, hari-hari terus berjalan. Mengurangi umur kita jengkal-demi jengkal, kebaikan dalam saat-saat ini sunguh sangat mahal sebagaimana yang diungkapkan oleh seorang Tabi'I, Sai'd bin Abdul Aziz: " tiada kebaikan dalam hidup ini melainkan diamnya orang yang sadar (ingat kepada Allah SWT) dan bicaranya orang yang berilmu." Waktu dalam kehidupan seorang muslim adalah kesempatan untuk berbuat baik, membahagiakan dan meringankan beban sahabat-sahabatnya.

            Adapun senda gurau dan canda memiliki waktu, syarat dan batasan yang sewajarnya. Sebab Isalam tidak membutuhkan orang-orang yang hanya gemar bercanda dan bermain. Sebaliknya, Islam membutuhkan orang-orang serius dan sungguh-sungguh yang menggunakan waktunya untuk beramal shalih , berdzikir, bersedekah, membaca Al-Qur'an, menuntut ilmu, berdakwah, berjihad, tolong-menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, dst.

            Orang yang hanya gemar bercanda, sendagurau dan tertawa riang, sejatinya telah menzalimi diri dan agamanya, karena orang yang mencintai sunnah Rasulullah SAW, hanya menyisakan sedikit waktu untuk hal-hal yang seperti itu.

 Seorang sahabat Nabi Saw, Salman Al-Farisi berkata, "Aku sangat herang dengan orang yang herang mengejar-ngejar dunia, padahal kematian terus mengincarnya, dan dengan orang yang melalaikan kemaitian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan dengan orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal ia tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya."  (kitab Az-Zuhd, Imam Ahmad).

Ya Akhwatii....

            Mari kita intropeksi diri, renungkan sejenak, bagaimana ibadah shalat kita terutama jama'ah kita setiap harinya? Renungkan apa saja kebaikan yang sudah kita lakukan disetiap harinya? Apakah kita sudah menyiapkan bekal perjalanan menuju Akhirat?. Sampai kapan kita akan menyia-nyiakan hari ini seperti hari yang kemarin.

            Mari kita saling bermuhasabah diri, mengingatkan satu sama lain. Hidup di dunia ini hanyalah sementara, kita tidak tahu kapan ajal kita menjemput kita, apakah kita sudah siap?

            Ingatlah pesan ustadz kita, " Jangan pernah terlena dengan kesementaraan waktu." Maksud dari sementara disini adalah waktu yang sementara, masa muda yang sementara, kekayaan yang sementara, masa sehat yang sementara, kehidupan yang sementara, dan lain sebagainya.

 Maka kita tetap berusaha menjaga diri kita, istiqomah, konsisten berusaha terus menjadi manusia yang sempurna. Obatnya dalam masalah beramal sholeh adalah santapan rohaniah ditingkatkan, ketaatannya ditingkatkan, dengan cara berdzikir yang banyak ingat bahwa Allah memberikan segalanya sekarang kita sedang diuji, untuk itu konsisten dalam keadaan suka dan duka. (KH. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A).

            Untuk itu, mari kita menciptakan ozon keberkahaan dengan banyak-banyak melakukan amal kebaikan, serta meningkatkan ibadah kita setiap harinya. Bersyukur sebanyak-banyaknya atas nikmat yang Allah berikan kepada kita.