Ihsan Imaduddin
Ihsan Imaduddin Jurnalis

Baru memulai mencoba untuk menulis dan menekuni dunia jurnalistik.

Selanjutnya

Tutup

Tebar Hikmah Ramadan

Tiket Pesawat Masih Mahal, Warga Kepri Serbu Kapal Untuk Mudik

25 Mei 2019   20:57 Diperbarui: 25 Mei 2019   21:19 41 0 0
Tiket Pesawat Masih Mahal, Warga Kepri Serbu Kapal Untuk Mudik
Salah satu kapal penumpang yang rutin melayani masyarakat Kepri. (F-Ihsan/Kompasiana)

Tanjungpinang - Meskipun pemerintah sudah menurunkan tarif batas atas tiket pesawat sebesar 12 persen sampai 16 persen untuk penerbangan dalam negeri. Namun nyatanya, harga tiket pesawat tidak kunjung turun malahan harga masih mahal.

Hal ini membuat warga Kepri yang ingin mudik ke kampung halaman beralih menggunakan kapal laut.

Terhitung mulai 21 Mei hingga 24 Mei 201, jumlah penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang mengalami lonjakan mencapai 16.277 Orang.

Sedangkan dari pengamatan penulis bahwa dari Sabtu (25/05/2019) dini hari di Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang dipadati ribuan pemudik yang ingin pulang ke berbagai daerah seperti Natuna, Anambas, Sumatera Utara, Pontianak dan lain sebagainya.

Mengingat dini hari tadi, 2 buah kapal milik Pelni yakni KM Doro Londa dan KM Bukit Raya tiba di Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang.

Salah satu pemudik, Herry Setywan Hasibuan mengatakan lebaran kali ini dari tahun sebelumnya sangat beda. Mengingat harga tiket pesawat tidak kunjung turun, terpaksa ia beralih ke kapal laut.

"Lebaran itu kan sakral ya, mau tidak mau kita pasti ingin kumpul bersama keluarga. Harga tiket pesawat masih mahal, saya terpaksa naik kapal laut." katanya pria yang ingin pulang ke Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara ini.

Sementara itu

Kepala KSOP Pelabuhan Domestik Tanjungpinang melalui Kasi Lalulintas, Mahyuddin mengatakan dilihat dari tahun sebelumnya, lonjakan arus penumpang biasanya pada rute pelayaran tujuan ke Sumatra.

"Biasa arah ke Dumai yang paling banyak. Apalagi situasi tiket mahal, akan lebih banyak peminatnya," sebutnya kembali.

KSOP mengingatkan kepada pihak kapal, atau kapten kapal agar tidak membawa penumpang melebihi kapasitas.

"Jika kedapatan kapal membawa kapasitas berlebihan kami akan tindak." tegasnya. (*)