Hendy Mustiko Aji
Hendy Mustiko Aji Dosen

Dosen dan Peneliti di Universitas Islam Indonesia serta Pengelola www.MustikoLogy.com

Selanjutnya

Tutup

Muda Pilihan

Mau Skripsi atau Magang? Baca Ini Dulu

1 Januari 1970   14:00 Diperbarui: 3 Januari 2018   19:02 111 4 2
Mau Skripsi atau Magang? Baca Ini Dulu
sumber: nature.com

Baik TA skripsi atau Magang, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semua tergantung pada minat masing-masing mahasiswa (abis lulus maunya kerja apa? passion nya ngelakuin apa?)

Yang perlu diperhatikan, jangan ambil skripsi atau magang karena alasan:

a. mana yg paling mudah, atau;
b. mana yg paling banyak diambil mayoritas teman teman.

Kenapa?

Karena, kalau Anda memilih yg paling mudah diantara keduanya, itu hanya menunjukkan bahwa Anda adalah seorang bermental tempe dan bukanlah seorang 'petarung'. Setiap kesuksesan MUSTAHIL didapat dari berbagai kemudahan. Sukses itu adalah level paling atas dari tangga-tangga kegagalan.

Anak yang terbiasa dengan kemudahan akan sulit bersaing ditengah kejamnya persaingan dunia kerja. Kalaupun bisa bersaing, pasti dilakukan dengan kecurangan (korupsi). Latihlah mental 'petarung' agar kelak bisa struggle dalam kehidupan (pribadi maupun karir).

Kalau Anda memilih dengan mengikuti pilihan mayoritas teman, itu hanya menunjukkan bahwa Anda adalah seseorang yang tidak punya prinsip dan pendirian. Belum tentu apa yang fit dengan teman Anda bisa fit juga dengan Anda. So, jangan ikuti mayoritas orang. Tanyalah pada hati Anda yg terdalam, "saya bisanya apa? saya minatnya apa?"

Maka, pilihlah antara keduanya dengan alasan "mana yang dapat menunjang passion saya untuk berkarir dimasa depan".

Passion dan minat seperti apa yg tepat untuk TA Skripsi atau Magang?

Magang sangat tepat sekali dikerjakan untuk Anda yg suka dengan hal-hal berbau aplikatif, memiliki minat untuk mengetahui "how the business works?", dan untuk Anda yg tidak terlalu menyukai sesuatu yg terlalu analytical (theoretical).

Sedangkan Skripsi lebih tepat untuk jenis orang yang selalu penasaran (suka bertanya dalam hati "kenapa bs gitu?" "bagaimana bisa kaya gitu?"). Dengan demikian, skripsi sangat tepat diambil oleh mereka yang memiliki minat pada analisis mendalam, pada teori-teori akademik, dan memiliki minat untuk mengkaji teori tersebut yg dikaitkan dgn fenomena di industri.

Apakah kalo mengambil TA magang, nanti tidak bisa S2?

Jawab:
Masih tetap bisa! hanya saja nanti belajarnya harus 2x, yakni belajar tentang metodologi penelitian (metopel). Akan tetapi, itupun harus dilihat lagi apa jurusan/bidang S2 nya. Jika ambil jurusan S2 yg sifatnya aplikatif, metodologi penelitian tidak terlalu necessary (namun tetap dibutuhkan). Contohnya: MBA atau MM.

Tesis untuk MBA atau MM itu tidak sulit secara metodologi. Pengujiannya pun sifatnya hanya deskriptif. Namun tetap harus mengikuti kaidah metopel. Untuk itulah ilmu tentang metopel tetap dibutuhkan.

FYI, kuliah MBA atau MM itu biayanya sangat mahal. Biayanya bisa mencapai Rp. 60-150 juta (di kampus top). Itu di Indonesia, di Luar negeri saya rasa lebih mahal.

Jika Anda mengambil TA magang sekarang, dan anda memutuskan untuk lanjut S2 dibidang yg bersifat analytical (contoh: M.Si, M.Sc., M.S.M), Anda harus belajar lagi dari awal tentang metodologi penelitian (termasuk didalamnya statistika multivariat ekonomi).

FYI, biaya kuliah M.Si, M.Sc, atau M.S.M di Indonesia itu jauh lebih murah dibanding MBA atau MM. Kisaran Rp. 34-50 juta (selama 2 tahun).

Gelar MBA, MM atau M.Si, M.Sc dan M.S.M itu berguna untuk karir seperti apa?

Kuliah MBA atau MM itu tepat untuk mereka yg fokus berkarir menjadi Manajer/CEO. Namun tidak tepat untuk mereka yang ingin menjadi dosen atau peneliti. Karena pekerjaan dosen atau peneliti berhubungan dengan analisis dan teori.

Bisakah orang bergelar MBA atau MM menjadi dosen? Bisa saja, namun pasti org tersebut akan kesulitan untuk bersaing menjadi dosen terbaik. Kinerja dosen itu dinilai bukan hanya dari mengajar tapi juga dari penelitian. Level analisis dan teoritis nya pun tidak akan sedalam mereka yg bergelar M.Si, M.Sc atau M.S.M.

Kuliah M.Si, M.Sc, atau M.S.M itu sangat tepat untuk mereka yang ingin berkarir menjadi dosen atau peneliti. Kuliah M.Si, M.Sc atau M.S.M itu menekankan pada kajian teoritis dan analitis. Setiap hari membaca artikel bahasa inggris dan mengkritik artikel yg sudah dibaca. Sehingga sangat tepat untuk menunjang karir dosen atau peneliti.

Bisakah orang bergelar M.Si, M.Sc atau M.S.M bekerja menjadi manajer diperusahaan?

Jawabannya: SANGAT BISA! Karena analisis dan teori tetap dibutuhkan seorang manajer di perusahaan manapun. Mereka yg background nya analisis dan teori bisa jadi malah lebih expert dalam hal industri (manajerial). Namun pada kondisi tertentu, beberapa perusahaan lebih meminta seseorang dengan gelar MBA atau MM untuk posisi manajer.

Jadi, keputusan mengambil Skripsi atau Magang berhubungan dengan jalur karir Anda dimasa depan. So, mau ambil Skripsi atau Magang? Pilihanmu sekarang menentukan karir masa depan mu.

-----------
Nb:
1. Konteks tulisan ini untuk mahasiswa jurusan Manajemen

2. Penulis semasa kuliah dahulu mengambil keduanya, baik magang maupun skripsi.

3. Penulis pernah bekerja untuk perusahaan Multinasional sebelum menjadi dosen saat ini.