Humaniora

Ekstra Biaya Kebutuhan Tahun Ajaran Baru Sekolah untuk Anak-anak

2 Juli 2017   11:18 Diperbarui: 2 Juli 2017   11:37 311 0 0
Ekstra Biaya Kebutuhan Tahun Ajaran Baru Sekolah untuk Anak-anak
Standar sarana prasarana sekolah| Dokumentasi pribadi

Tahun Ajaran Baru adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun ajaran pada setiap satuan pendidikan.

Tahun ajaran baru tahun ini kebetulan bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Tentunya bagi para orang tua akan lebih ekstra mengeluarkan kebutuhannya. Setelah mengeluarkan kebutuhan hari raya idul fitri di lanjut mengeluarkan biaya kebutuhan tahun ajaran baru sekolah.

Bisa dibayangkan misalkan saja orang tua yang memiliki 4 anak, anak pertama masuk PT dengan biaya Rp. 50.000.000,- anak kedua masuk SLTA dengan biaya Rp. 25.000.000,- anak ketiga masuk SLTP dengan biaya Rp. 15.000.000,- sedangkan anak keempat (Terakhir) masuk SD dengan biaya Rp. 10.000.000,- Maka total yang dikeluarkan oleh para orang untuk biaya kebutuhan tahun ajaran baru sekolah untuk anak-anaknya Rp. 100.000.000,-

Biaya Rp. 100.000.000,- diatas bagi orang tua yang ekonominya mampu tidak jadi masalah. Lantas bagaimana bagi orang tua yang kondisi ekonominya menengah ke bawah (pas-pasan) ? Apakah lantas orang tua memutuskan untuk tidak menyekolahkan anaknya karena terbentur biaya yang mahal untuk pendidikan anaknya, jawabannya tentu tidak.

Walau terasa berat untuk memenuhi kebutuhan tahun ajaran baru sekolah untuk anaknya, bagi orang tua tentunya akan berusaha ekstra keras mencarikan biaya tersebut.

Akibatnya kebanyakan para orang tua dalam keadaan yang terdesak, terutama para ibu biasanya lebih memilih untuk menggadaikan perhiasan emas mereka. Bahkan orang tua tak segan mobil mapun motornya dijual demi memenuhi kebutuhan tahun ajaran baru sekolah.

Seperti yang dikutip dari tribunnews, menurut manager Perum Pegadaian, Suharj, selain menggadaikan perhiasan, nasabah juga ramai menggadaikan barang elektronik dan BPKB motor. Hal ini membuat omzet pegadaian meningkat, yaitu dari Rp. 4,5 miliar di bulan Mei menjadi Rp. 5 miliar lebih di bulan Juni. "Ini merupakan tren setiap tahun. Jumlah nasabah terus meningkat seiring berlangsungnya musim pendaftaran siswa dan mahasiswa baru," kata Suharjo.

Memang dibutuhkan sebuah pengorbanan untuk mencapai sesuatu, seperti yang dilakukan orang tua untuk mencukupi biaya pendidikan anaknya. Hal ini harus menjadi acuan bagi anak untuk lebih bersungguh-sungguh dalam pendidikannya. Selain itu, pemerintah pun harus prihatin terhadap kondisi ini dan mencari solusi untuk mengatasinya.