Gordi
Gordi The Pilgrim

Alumnus STF Driyarkara Jakarta 2012. The Pilgrim, La vita è bella. Menulis untuk berbagi. Lainnya: http://www.kompasiana.com/15021987

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Begini Cara Orang Italia Mengingat Korban Geng Mafioso

5 Juni 2017   17:37 Diperbarui: 5 Juni 2017   20:44 1811 12 7
Begini Cara Orang Italia Mengingat Korban Geng Mafioso
Demonstrasi menentang Mafia, FOTO: luigiruberto.it

Satu dari sebutan terkenal untuk Italia adalah mafia. Kata ‘mafia’ pun menjadi identik dengan Italia. Bahkan, dalam dunia sepak bola, iming-iming pengaruh mafia pun ikut terbawa. Saat sepak bola tidak berhasil memberi kepuasan kepada publik, sorotan negatif pun muncul, tertuju langsung kepada para mafia. Lahirlah istilah mafia sepak bola.

Memang, seperti dunia sepak bola yang terkenal itu, sebutan mafia juga amat terkenal. Penulis pernah merasakan bagaimana sakitnya menjadi orang yang tertuduh mafia. Di atas jembatan penyeberangan yang ramai, di salah satu sudut Kota Lourdes-Prancis, teriakan mafia itu bergema. Kata itu seolah-olah menjadi raja suara di hadapan banyak orang dari berbagai negara yang lalu lalang di atas jembatan itu.

“Mafia-mafia,” teriak pelancong itu pada kami yang mengenakan baju bertulis ‘pasukan pendorong kursi roda orang sakit Italia’. Baju itu memang menjadi penanda bahwa kami kelompok dari Italia. Pelancong itu juga tahu, Italia identik dengan mafia. Meski kami tahu dan sadar, kami bukan mafia.

Demonstrasi anti Mafia di kota Genova, FOTO: genova24.it
Demonstrasi anti Mafia di kota Genova, FOTO: genova24.it

Mafia itu memang begitu kuat pengaruhnya. Dalam sejarahnya dan bahkan sampai saat ini, sepak terjang mafia tidak saja di Italia dan Eropa tetapi juga menyebar sampai ke Amerika Serikat. Di sana ada gembong mafia yang paling besar. Tentu dengan negara-negara lainnya. Ini yang membuat jaringan mafia begitu kuat.

Di Italia, geng mafia ini cukup berpengaruh. Yang paling terkenal adalah di bagian selatan. Tetapi, sampai saat ini, jariangannya sudah menyebar ke banyak bagian lainnya di Italia. Mafia membunuh banyak orang. Sampai saat ini, jumlah korban terhitung 950 orang. Sekitar 125 orang di antaranya adalah anak-anak. Jumlah ini dihitung sejak 1893, tahun mulainya pengaruh mafia secara besar-besaran di Italia. (Popotus 21/3/2017)

Orang Italia sadar, para korban ini telah berbuat sesuatu untuk negara. Aksi positif inilah yang membuat mereka ‘tidak disukai’ oleh para mafia. Para mafia adalah kelompok yang berlawanan dengan negara. Itulah sebabnya kelompok ini identik dengan kaum yang melawan negara. Dalam operasinya, kaum mafia selalu menggunakan jurus kekerasan. Jurus inilah yang membuat banyaknya korban yang meninggal begitu saja.

Slogan Perayaan Anti Mafia 2016, La Mafia Telah Membunuh Keheningan, FOTO: ilcompagno.it
Slogan Perayaan Anti Mafia 2016, La Mafia Telah Membunuh Keheningan, FOTO: ilcompagno.it

Setiap tahun, pemerintah dan warga Italia mendedikasikan satu hari khusus untuk mengingat korban para mafia. Di setiap kota selalu ada perayaan ini. Mereka menyebut nama-nama korban mafia yang meninggal sejak dari awal hingga tahun ini. Sejak 1996 yang lalu, atas inisiatif organisasi kemanusiaan “Libera”, perayaan untuk mengingat dan menghormati korban ini dirayakan pada 21 Maret.

Tanggal ini sengaja dipilih. Inilah hari pertama dari Musim Semi. Masa khusus yang ditandai dengan hawa baru, hidup baru, dan suasana baru. Saat ini, alam tampak baru, semuanya tumbuh dengan wajah baru. Inilah wajah Musim Semi. Seperti wajah ini, Perayaan 21 Maret ini juga mempunyai maksud yang sama. Hari ini, warga Italia tidak saja mengingat tetapi juga menghormati dan terutama mesti berbuat sesuatu untuk mengurangi bahkan menghapus pemgaruh gerakan geng mafia ini.

Presiden Italia Sergio Mattarella mengingatkan hal ini pada Perayaan Hari Khusus ini (21 Maret 2017) di Kota Locri-Calabria, Italia Selatan. “Hari ini, kita harus mengingat semua yang sudah terjadi, tetapi juga dan terutama berjuang agar tidak terjadi dan tidak ada korban yang jatuh lagi,” tegas Mattarella. Penegasan ini kiranya menguatkan keluarga para korban mafia. Presiden Italia ini tahu betul betapa sakitnya menjadi keluarga korban. Kakaknya dulu Piersanti Mattarella (24/5/1935 – 6/1/1980) dibunuh oleh kelompok geng mafia Cosa Nostra di Kota Palermo. Saat itu, Piersanti sedang menjabat sebagai gubernur Provinsi Siciliana.

Demonstrasi di kota Umbria, FOTO: umbria24.it
Demonstrasi di kota Umbria, FOTO: umbria24.it

Geng mafia Cosa Nostra adalah salah satu yang terbesar di Italia. Sayapnya menyebar juga ke Amerika Serikat. Sepak terjang organisasi ini dimulai pada 1890-an yang lalu. Saat itu (1 Februari), Cosa Nostra membunuh salah satu Pemimpin Bank paling bersih dan tegas di Italia: Emanuele Notarbartolo (1834-1893). Selain sebagai Pemimpin Bank Sicilia, Notarbartolo juga terjun ke dunia politik. Ciri khasnya adalah selalu menjunjung tinggi sikap ‘transparansi’ sehingga tidak ada kasus-kasus ilegal mengenai segala sesuatu yang terkait dengan operasi Bank Sicilia. Ketegasannya inilah yang membuat dia jadi musuh bebuyutan para mafia. Para mafia tentu saja suka ‘lobi-lobi’ termasuk mengaburkan rekening dan sebagainya. Notarbartolo rupanya tidak bisa melanjutkan sikap bersihnya. Dia dibunuh dalam gerbong kereta api dalam perjalanan Termini-Palermo.

Seperti Piersanti dan Notarbartolo, para korban mafia—selain anak-anak—pada umumnya memiliki sikap militan. Mereka pada umumnya mencintai kejujuran dan patuh pada hukum. Sikap ini kiranya amat dibutuhkan saat ini, ketika hukum bisa dibeli dan kejujuran bisa dimanipulasi. Para korban mafia pada umumnya juga adalah mereka yang mempunyai kehendak yang kuat untuk melawan kejahatan. Dengan sikap ini, mereka akan berlawanan dengan para mafia yang selalu beroperasi dengan kerangka kejahatan besar. Dan, pada akhirnya perjuangan melawan kejahatan itu menuntut nyawa para korban mafia.

Pastor Luigi Ciotti, pastor anti mafia, FOTO: cittanuova.it
Pastor Luigi Ciotti, pastor anti mafia, FOTO: cittanuova.it

Sampai saat ini, ancaman-ancaman dari para mafia pun terus bergema. Ibaratnya, di satu sisi Pemerintah Italia dan banyak LSM pejuang kemanusiaan berjuang memberantas mafia, di sisi lain para mafia terus memburu korban yang tidak mau berkompromi. Pendiri organisasi “LiberaPastor Luigi Ciotti sering mendapat ancaman dari para mafia. Ciotti adalah satu dari beberapa pastor yang terus berjuang melawan upaya licik para mafia. Ciotti tidak takut dibunuh. Baginya, kematian itu menjadi urusan Tuhan. Selagi ia hidup, ia terus berjuang melawan ketidakmanusiaan dan kejahatan. Itulah sebabnya, meski banyak pastor sebelumnya yang juga jadi korban para mafia, Ciotti tetap berjalan terus dengan upayanya.

Bagaimana dengan para mafia model lainnya di Indonesia?

Sekadar berbagi yang dilihat, ditonton, didengar, dirasakan, dialami, dibaca, dan direfleksikan.

PRM, 5/6/2017

Gordi