Giri Lumakto
Giri Lumakto Digital Ethicist

Digital Ethicist, Educator | Pemerhati Pendidikan Literasi Digital, Teknologi, Bahasa, dan Budaya | University of Wollongong, Australia | Kompasianer of The Year 2018 | Best Specific Interest Nominee 2018 | LinkedIn: /girilumakto Medium & Twitter: @lumaktonian | Email: lumakto.giri@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan Artikel Utama

Kita Dibuat Serba Tak Sehat dan Tak Mampu Jelang Ramadan

16 Mei 2018   10:22 Diperbarui: 16 Mei 2018   14:18 2447 12 3
Kita Dibuat Serba Tak Sehat dan Tak Mampu Jelang Ramadan
Dark Berries by Lisa Fotios - ilustrasi: pexels.com

Ah, lagi-lagi iklan obat maag menjelang puasa. Masih terbayang wajah artis yang dulu tenar, kini bersinar hanya di politik. Anjuran minum obat maag masih teringat. Belum lagi iklan suplemen lain yang juga marak jelang puasa. Seolah diri ini tiada mampu berpuasa karena lemas dan malas. Konsumsi suplemen, minum cairan ini itu agar kuat berpuasa. Seolah diri ini tiada mampu berpuasa karena lemas dan malas.

Hei, jangan lupa artikel membahas tips bagi yang ingin berpuasa sehat. Karena sakit ini itu. Ada tips-tips agar selalu fit saat berpuasa walau saat kerja atau berolahraga. Makan sayur ini pas sahur. Konsumsi buah itu saat berbuka. Kurangi makan ini itu di saat berbuka/sahur. Bukankah diet seperti itu juga ada sebelum bulan puasa datang? Andai si pemberi tips-trik tahu isi kantong tidak sesuai anjuran diet ini itu saat puasa.

Dan kau tahu juga sekarang, iklan toko online menjadi polusi fikir kita kawan. Kalau kau ingin tampil bling-bling, beli di toko ini. Kalau kau ingin ongkir murah bahkan gratis, beli di toko sebelah. Atau karena kau berburu diskon, jangan lupa ada flash sale nanti. Ingat itu lho. 

Kau mengerti apa yang terjadi kawan? Mereka menganggap kita kurang fashionable sebelum puasa. Akal sehat kita menyangkal. Tetapi, alam bawah sadarmu mengiyakan. Kau harus turut apa kata artis model si iklan. Karena kau berhijabnya kurang warna-warni. Kau beli di toko si itu tuh. Karena life style kamu tidak milenials. Kau beli saja yang mengimingi kau bisa panjat sosial ala milenials kawan.

Kalau memang duit melimpah dan hanya jadi ganjalan pintu. Kau beli sajalah kawan. Tapi kalau tidak, cukup beli saja di toserba bersama para karyawan pabrik tekstil yang baru gajian. Setidaknya kau bisa merasa di atas level mereka.

Oh iya, jangan lupa kau benahi rumahmu. Jauh sebelum Lebaran, karena malu dilihat tetangga rumah kok catnya ngelupas di sana sini. Kan iklan cat juga sudah sering kau cerna. Bagus kok warna hijau lumut imut-imut. Atau warna kuning emas 24,5 karat. Biar bling-bling seperti baju yang kau kenakan pas Lebaran nanti.

Jangan lupa ganti furniture di ruang tamu. Gimana nanti kata orang yang bertamu pas sungkem. Masa sambil nyium tangan ada bau apuk kursi yang dimakan rayap. Ganti dengan yang agak mewah. Bukannya iklan IKEA bagus. Beli furniture baru, dan kita semua gembira. Tapi entah bagi yang membeli dengan hutang kartu kredit/pinjaman KTA. Urusan mencicil bisa nanti.

Tak perlu persiapkan isi hati menyambut Ramadhan. Karena konon, penampilan Islami membuat jiwa jadi Islami. Karena pakai gamis untuk taraweh nanti. Hati juga akan menjadi sejuk. Apa yang orang lihat, ya itulah saya. Saya pakai maka saya menjadi. Kalau sudah di rumah, ya jadi diri sendiri lagi. Kata quote bijak yang ada gambar Einstein di Instagram itu lho.

Usah ribut urusan ibadah. Tinggal menambah solat tarawih kan nanti. Toh 5 waktu sehari-hari sudah dijalankan. Kan teman kantor lihat sendiri saya solat dhuhur dan ashar. Kalau magrib ya kadang di jalan. Isya ya kadang ketiduran karena capek kerja. Di mesjid juga solat 1 atau 2 kali. Tapi memang hati kadang kalang kabut saat saya solat. Fisik setidaknya sudah saya solat.

Selamat datang bulan puasa. Uang baik-baiklah saat datang dan pergi. Siap-siap juga menjadi lemas dan tak semangat saat kerja. Jangan lupa minum suplemen.

Salam,

Solo, 16 Mei 2018

10:30 am