Gentur Adiutama
Gentur Adiutama Pegawai Negeri Sipil

Pecinta bulutangkis dan pengagum kebudayaan Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Artikel Utama

Menengok Renovasi Kompleks GBK Lewat Instagram

2 Juni 2017   15:59 Diperbarui: 2 Juni 2017   22:29 5548 5 4
Menengok Renovasi Kompleks GBK Lewat Instagram
Proses pemasangan kursi di tribun Stadion Utama GBK. (sumber foto: @vegit_hughes)

Ajang olahraga multicabang se-Asia, Asian Games ke-18 akan dimulai pada tanggal 18 Agustus 2018. Itu artinya, Indonesia sebagai tuan rumah tinggal memiliki waktu sekitar 14 bulan lagi untuk melakukan persiapan. Berbagai langkah telah dilakukan sejak dua tahun terakhir oleh pemerintah Indonesia, khususnya Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) agar hajatan tingkat internasional itu dapat terselenggara dengan sukses.

Salah satu persiapan yang serius dilaksanakan adalah renovasi Kompleks Gelanggang Olahraga Bung Karno (GBK) yang akan menjadi pusat kegiatan pada Asian Games 2018 nanti. Stadion Utama GBK akan menjadi venue untuk pementasan upacara pembukaan dan penutupan. Selain itu, kompleks yang terletak di daerah Senayan, Jakarta Pusat ini terdiri dari sejumlah arena olahraga seperti Istana Olahraga (Istora), Stadion Akuatik, Stadion Madya, Stadion Tenis Indoor, Stadion Tenis Outdoor, Stadion Softball/Baseball, Lapangan Panahan, dan lain-lain.

Renovasi yang dilakukan pada Kompleks GBK dapat dikatakan sebagai proyek yang besar. Hal itu karena sarana pertandingan di kompleks yang diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1962 itu rata-rata telah usang dan ketinggalan zaman. Beberapa diantaranya sudah tidak memenuhi standar internasional yang berlaku untuk kelayakan suatu arena pertandingan selevel Asian Games. Di samping itu, Kompleks GBK juga butuh peremajaan agar tata ruangnya lebih rapi dan fasilitasnya menerapkan teknologi yang kekinian.

Desain baru Istora Senayan untuk Asian Games 2018. (sumber foto: INASGOC)
Desain baru Istora Senayan untuk Asian Games 2018. (sumber foto: INASGOC)

Proyek besar yang telah dimulai sejak tahun 2016 ini menyedot dana yang sangat besar. Pada saat meninjau perkembangan renovasi Kompleks GBK pada tanggal 2 Desember 2016, Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi  dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyebutkan angka Rp 3,5 triliun sebagai total jumlah dana yang dianggarkan pemerintah untuk merombak dan mempercantik kompleks yang pernah dipakai untuk menghelat Asian Games 1964 itu.

Dengan nominal anggaran sebesar itu, banyak orang yang ingin tahu bagaimana proses renovasi berjalan dan seperti apa bentuk Kompleks GBK nantinya. Hal itu wajar karena pembiayaannya berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang sumbernya dari pajak yang rutin dibayarkan oleh masyarakat. Dengan ikut mengetahui proses renovasinya, maka masyarakat turut terlibat mengawal uang negara yang dikucurkan di proyek ini.

Sayangnya, masyarakat tak bisa leluasa melihat dari dekat bagaimana pembangunan sarana dan prasarana itu berlangsung. Dengan alasan keamanan/keselamatan dan supaya tidak mengganggu pekerjaan yang dilakukan, akses masyarakat umum ke arena-arena olahraga di Kompleks GBK ditutup semenjak renovasi dimulai. Jangankan masuk ke dalamnya, untuk berada di jarak 2 meter dari pintu masuk bangunan pun tak bisa. Hanya pekerja dan orang-orang dengan tanda pengenal khusus yang bisa menjangkau kawasan renovasi bangunan di Kompleks GBK.

Untungnya, saat ini masyarakat terbantu dengan adanya media sosial bernama Instagram. Platform untuk berbagi foto dan video singkat ini bisa menjadi sarana untuk menengok proses renovasi Kompleks GBK. Masyarakat bisa melihat transformasi yang ditempuh oleh bangunan-bangunan yang sudah termasuk kategori cagar budaya itu untuk menjadi arena pertandingan yang megah dan tak kalah dengan yang dipakai untuk ajang Olimpiade.

Untuk bisa mendapat update tentang renovasi Kompleks GBK, kita cukup mengikuti atau berkunjung ke sejumlah akun Instagram yang secara rutin mengunggah foto-foto dari kompleks yang telah menjadi ikon bagi Provinsi DKI Jakarta itu, diantaranya:

Salah satu unggahan di Instagram Kementerian PUPR.
Salah satu unggahan di Instagram Kementerian PUPR.

Salah satu unggahan di Instagram @vegit_hughes.
Salah satu unggahan di Instagram @vegit_hughes.

Salah satu unggahan di Instagram @jagadnegoro2002.
Salah satu unggahan di Instagram @jagadnegoro2002.

Foto-foto yang diunggah di akun-akun Instagram tersebut bisa dibilang bersifat eksklusif karena sumbernya primer, yaitu orang-orang yang kesehariannya memang bekerja sebagai bagian dari tim pelaksana renovasi Kompleks GBK. Foto-foto itu tidak bisa ditemukan di media massa baik cetak maupun elektronik. Keistimewaan lainnya adalah karena sudut pandang yang diambil oleh fotografer juga beragam, mulai dari situasi saat pekerja bertugas, status perkembangan fisik bangunan, hingga momen-momen unik yang dialami.

Dengan itu, kita dapat mengetahui bagaimana Stadion Utama GBK perlahan tapi pasti menyerupai stadion yang kemegahannya tidak kalah dengan stadion-stadion di Eropa. Istora Senayan yang selalu dipakai untuk lokasi pertandingan bulutangkis pun lebih kinclong karena dicat ulang dan dirombak susunan kursi penontonnya. Renovasi besar juga terjadi di Stadion Akuatik yang nantinya akan jadi arena pertandingan cabang olahraga renang, polo air dan loncat indah. Stadion Akuatik yang sebelumnya tanpa atap sekarang akan dipercantik dengan model arsitektur atap yang modern dan unik karena belum ada di negara lain.

Salah satu unggahan di Instagram @bsmnars.
Salah satu unggahan di Instagram @bsmnars.

Salah satu unggahan di Instagram @ronirosaji.
Salah satu unggahan di Instagram @ronirosaji.

Salah satu unggahan di Instagram @chrizfehn.
Salah satu unggahan di Instagram @chrizfehn.

Di samping untuk mengawal proses renovasi Kompleks GBK yang menggunakan dana dari APBN, kepo pada foto-foto dan video di Instagram juga diharapkan akan menambah semangat masyarakat untuk menyongsong perhelatan Asian Games 2018. Keterlibatan aktif masyarakat baik sebagai panitia, sukarelawan maupun penonton sangat penting karena kesuksesan suatu ajang olahraga internasional tidak cukup hanya ditopang oleh kemegahan sarana dan prasarananya saja. Saatnya seluruh masyarakat Indonesia bersiap untuk menjadi tuan rumah yang baik bagi para atlet dan pendukungnya yang datang dari seluruh negara di benua Asia.

Semoga proses renovasi Kompleks GBK dapat berjalan dengan lancar dan mengarah pada kesuksesan Asian Games 2018. Salam olahraga!