Puisi

Puisi | Perbudakan Cinta Tanda Kutip III

14 Juni 2017   16:35 Diperbarui: 14 Juni 2017   16:43 655 0 0

-Pria Sejati?-



Gagah

Cerdas

Kaya

Berani

Sejati

Setia

Itu katamu pada setiap wanita

Yang rasanya sekadar kata-kata belaka

Wanita yang kau bilang bidadari

Nyatanya kau anggap mainan untuk dinikmati

Wanita yang kau ajak menikah

Nyatanya rayuanmu untuk rasakan desah

Dirimu perkasa

Bangunlah keluarga, bukan memperkosa

Keperawanan adalah segalanya

Bukan dengan uang menikmatinya

Cinta untuk wanita itu selamanya

Bukan rayuan untuk nafsu sesaat saja

Pria sejati membangun rumah tangga

Tampil gagah, imami keluarga

Bukan merusak mahkota wanita

Pria sejati berjanji sehidup-semati

Dihadapan penghulu ucapkan janji suci

Bukan semalam meniduri

Pria sejati itu jantan

Tidak memecah keperawanan

Wanita penuh kehormatan

Bukan pemuas nafsu selangkangan

Wanita makhluk yang sangat kompleks

Ajakalah ia menuju sukses

Jangan jadikan sebagai budak seks

Pantas kah kau dipanggil pria,

Bila wanita hanya untuk seks belaka?

Pantas kah kau menjadi idaman,

Bila kerjamu menghilangkan keperawanan?

Pria sejati; yang benar-benar sejati

Menikmati wanita setelah resmi

Dihadapan hukum, sah sebagai suami-istri

Apakah kau benar-benar pria?



-Gemo Gibran