Dzulfikar
Dzulfikar Freelance writer

Content creator, Full Time Blogger, Freelancer, SEO Geek. For inquiries contact me dzulfikar.alala[at]gmail[dot]com | bangdzul.com

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan Artikel Utama

Bambang Setyawan, Lentera bagi Kaum Dhuafa

29 Mei 2018   21:59 Diperbarui: 30 Mei 2018   11:37 2667 25 25
Bambang Setyawan, Lentera bagi Kaum Dhuafa
Pakde Bamset bersama Afi (dok. Bambang Setyawan)

Pakde Bambang Setyawan atau populer dikenal dengan Bamset memang bukan sosok asing di kalangan Kompasianer. Relawan asal Salatiga ini hampir tak lepas dengan postingan-postingan yang menyentuh hati.

Dari postingan-postingannya itulah yang bisa menggerakkan tangan-tangan para dermawan untuk menyumbangkan sebagian hartanya bagi sosok-sosok dhuafa yang sakit, lemah dan tak berdaya yang ditemukan oleh Pakde kemudian dituliskannya di Kompasiana.

Baca Irit Bukan Berarti Pelit, Ini Tips "Freelancer" Atur Duit saat Ramadan

Jujur, saya juga belum pernah bertatap muka secara langsung dengan Pakde. Beberapa acara Kompasianival digelar, sepertinya kami memang belum ditakdirkan bertemu.

Sosok inspiratif ini kerap kali membuat saya malu. Pasalnya apa yang ditulis Pakde benar-benar memberikan efek sistemik. Mengetuk hati orang lain sekaligus memberikan teguran pada kita, para pembaca, agar lebih peka dengan kondisi lingkungan.

Dan Pakde Bambang selama ini sudah memberikan contohnya melalui tulisan-tulisannya yang mengalir dan mudah dicerna.

Tak jarang, berkat tulisannya itulah pemerintah dan aparatur yang ada tersentil dan akhirnya mau bergerak untuk membantu para relawan yang ada.

Tak terhitung berapa banyak dhuafa yang dibantu olehnya. Sekecil apapun sumbangan ia kirimkan pada yang berhak meskipun harus menempuh jalan dengan jarak puluhan kilometer. Tak sepeser pun "ongkos" yang dia minta. Padahal, ia juga harus mengeluarkan biaya, tenaga dan waktu yang tak sedikit.

Baca Kisah Mencari Masjid Satu-satunya di Negeri Seribu Kasino

Inilah sosok yang sudah mewakafkan dirinya bagi kaum dhuafa. Berkaca pada perjuangannya berkali-kali membuat saya serba salah.

Postingan yang selama ini saya tulis kadang hanya soal narsis. Beda dengan tulisan-tulisan Pakde yang mengabarkan "peluang" bagi siapapun yang punya rezeki lebih untuk sama-sama berbagi.

Saya rasa tak mudah untuk mengikuti sepak terjangnya. Ia harus mencari dhuafa di pelosok dengan medan dan jarak yang sulit ditempuh.

Bahkan beberapa kali di dalam postingannya bikin mengernyitkan dahi. Ia harus berkali-kali menahan nafas dan rasa mual demi menolong dhuafa yang sudah digerogoti pelbagai pengakit serta menyaksikan sendiri kesengsaraan orang-orang yang hidup di "kandang ayam".

Baca Yuk Berburu Takjil Khas Kota Semarang

Pakde Bamset dalam sebuah kegiatan (Facebook Yekti Lestari)
Pakde Bamset dalam sebuah kegiatan (Facebook Yekti Lestari)

Sosok yang pernah menjadi 'people choice' Kompasiana 2016 ini jelas sosok yang langka. Tapi, berulang kali bahwa dirinya menegaskan bukan sosok pahlawan yang bisa dielu-elukan. Ia pun banyak menginspirasi relawan-relawan lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Cobalah tengok aksinya ketika memperbaiki rumah seorang janda dhuafa di Pinggang Merbabu. Pakde berhasil membuat hidup Suryati (65 tahun) memiliki tempat tinggal yang layak.

Selain itu juga pakde berhasil mencarikan donatur untuk melengkapi perabotan rumah untuk Suryati.

Baca Rumah Mungil untuk Janda Dhuafa di Pinggang Merbabu

Bukan hanya itu saja. Semangat dan dukungannya pun ia berikan pada sosok Afifatul Aliyah yang kehilangan tangan dan kakinya karena tersetrum kabel listrik PLN. Pakde begitu apik menceritakan kisah pilu Afi yang mengalami musibah hingga sempat putus sekolah.

Baca Diamputasi Kaki dan Tangan Kirinya, Afi Tetap Ingin Sekolah

Begitulah sosok pakde Bamset yang saya kenal hanya sebatas lewat postingan-postingan inspiratifnya.

Di halaman Facebooknya kita bisa mengenal sosoknya seperti layaknya orang biasa lainnya. Bercengkerama dengan keluarga dan anaknya serta bersenda gurau.

Namun, dibalik itu semua ia punya semangat untuk mewakafkan dirinya untuk membantu pada dhuafa.

Bagi saya, dia adalah lentera bagi kaum dhuafa. Bagi saya, dia adalah sosok inspiratif yang kerap kali menyentil kita dengan tulisan-tulisannya yang tak menggurui.

Bagi saya, ia adalah sosok langka sekaligus teladan yang patut kita apresiasi meskipun sekadar lewat sebuah tulisan.

Sehat selalu ya Pakde Bamset.  

Dzulfikar Alala