Endah K Wardani
Endah K Wardani

saya hanya seorang perempuan sederhana.

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Liburan Yuk ke Cirebon!

2 Juli 2017   16:35 Diperbarui: 2 Juli 2017   16:49 1062 1 1
Liburan Yuk ke Cirebon!
Cirebon Station|Dokumentasi pribadi

Anda sudah punya agenda travel? Atau masih bingung ingin ke mana? Nah, kali ini saya akan membagikan sedikit pengalaman saya selama nge-trip di kota udang.

Perjalanan saya mulai pada tanggal 11 Mei 2017, saya memberanikan diri seorang diri untuk menjelajah kota nan sepi dan berpenduduk ramah ini. Karena pergi tanpa rencana sebelumnya, saya memilih moda transportasi kereta, selain cepat, harga terjangkau, juga kenyamanan yang membuat saya memilih transportasi ini. Saya menaiki kereta Krakatau dari stasiun Cilegon menuju stasiun Cirebon, berangkat pukul 08:53 wib dan tiba pukul 15:34 wib.

Pukul 15:34 wib saya sampai di stasiun Cirebon, senangnya bukan main karena ketika saya keluar dari stasiun saya disambut oleh ‘abang-abang becak’ dan ‘abang ojek’ yang menawarkan jasanya kemana pun saya pergi, saat itu saya merasa seperti layaknya ‘artis’ yang diikuti para “fans-nya”. Anda tidak perlu cemas jika backpacker sendiri ke kota ini, penduduknya ramah, mereka akan mengantarkan atau menunjukkan jalan dengan logat bicara yang khas jika anda tersesat.

Perjalanan kali ini memang tidak direncakan, saya pun tidak mendapat penginapan untuk bermalam. Tapi, anda tidak perlu khawatir, di Cirebon ada banyak sekali hotel dan jaraknya pun sangat dekat dengan stasiun Cirebon dan alun-alun Cirebon. Karena tidak mendapat penginapan, saya memutuskan untuk bermalam di mesjid terbesar yaitu mesjid AT-TAQWA yang terletak di dekat alun-alun kota Cirebon.

Masjid AT-TAQWA CIREBON, dokumentasi sendiri
Masjid AT-TAQWA CIREBON, dokumentasi sendiri

Suasana malam di Cirebon begitu hening, pukul 20:00 wib saja disana sudah sepi berbanding terbaik dengan kota-kota lainnya di Indonesia. Tapi jangan khawatir, Cirebon aman kok.. karena cacing yang ada di perut saya sudah protes akhirnya saya mencari makanan disekitar alun-alun. Oh iya, disekitar alun-alun ada banyak pedagang yang menjajakan makanannya. Bahkan tempat tersebut diberi nama “wisata kuliner Cirebon”, akan tetapi makanan yang dijajakan tidak jauh beda dengan yang biasa kita lihat di kota-kota lainnya. Mereka menjual baso, mie ayam, ketoprak, dll. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau untuk kantong backpacker kere seperti saya. 

Jika anda merasa bosan dengan menu-menu yang itu – itu saja, anda bisa berjalan sedikit ke arah stasiun, disana ada penjual ayam dan ikan bakar khas Cirebon. Jika anda ingin mencicipi makanan khas Cirebon, anda bisa membeli empal gentong dan nasi jamblang. Empal gentong yang paling enak terletak di area kelurahan Sunyarangi dekat dengan wisata Goa Sunyarangi. Di kelurahan tersebut juga ada penjual nasi jamblang.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Berwisata ke Cirebon tidak asyik bila tidak mengunjungi mesjid AT-TAQWA mesjid yang cukup terkenal, karena saya bermalam disana dan bertepatan dengan malam nisfu sya’ban mesjid ini ternyata tidak pernah sepi, bahkan pukul 1.00 dini hari pun diisi dengan ceramah dan solat sunah berjamaah. Penduduk disini jangan ditanya soal agama, pukul 01.00 saja mesjid masih ramai bahkan bertambah ramai dengan kedatangan segerombolan ibu-ibu pengajian dari luar kota. Bisa dibayangkan bila wisata kemari, anda akan mendapatkan pengalaman religius yang tak terlupakan.

area luar Makam Gunung Jati |Dokumentasi pribadi
area luar Makam Gunung Jati |Dokumentasi pribadi

Pukul 08.00 wib tanggal 12 Mei 2017,  tempat pertama yang saya kunjungi adalah makam Sunan gunung jati. Anda bisa menaiki angkot menuju Gunung jati, sekadar informasi, angkot di Kota Cirebon tersedia hingga pukul 20:00 wib, sebenarnya pukul 22:00 pun masih ada angkot hanya jarang-jarang, di kota Cirebon ini angkot sudah mulai sepi pukul 20:00 keatas. 

Di area makam Sunan gunung jati, ada banyak sekali makam yang saya sendiri tidak tahu jelas. Arsitektur makam ini khas sekali dengan tembok putih dihiasi piring-piring keramik zaman kolonial dahulu. Makam Sunan Gunung Jati ada di balik pintu besar tersebut. Oh iya biaya masuknya gratis hanya ketika anda memasuki area ini anda diharuskan menyumbang seikhlasnya. Ketika sampai di makam anda mungkin akan sedikit tercengang karena banyaknya “pengemis” yang meminta-minta di area tersebut.

Pintu Makam Sunan Gunung Jati|Dokumentasi pribadi
Pintu Makam Sunan Gunung Jati|Dokumentasi pribadi

Perjalanan selanjutnya yaitu GOA SUNYARANGI yang berada di kelurahan Sunyarangi. Dari alun-alun kota Cirebon, tempat wisata ini bisa ditempuh dengan jarak 4 km. Saya pun menaiki angkot yang arah gunung ceremai dan turun di pertigaan tugu di bawah ini.

Area dalam Goa Sunyarangi Cirebon
Area dalam Goa Sunyarangi Cirebon

Dari tugu kita bisa menaiki ojek atau becak. Akan tetapi, saya lebih memilih berjalan kaki kira-kira 2 km jarak yang cukup dekatmenurut saya. Sesampainya di goa ini anda akan dimajakan dengan panorama gunungceremai yang dibisa dilihat dari gerbang utama objek wisata dan pemandangan goayang sangat menakjubkan. Goa tersebut terbuat dari karang yang tersusun rapi.Goa itu dulunya digunakan oleh para sultan atau raja-raja terdahulu untuk bersemedi. 

Ada banyak goa yang berada di area ini dan memiliki nilai sejarahserta spiritual. Biaya masuknya cukup IDR. 10,000 saja. Karena tempat ini adalah tempat yang suci dan sunyi, anda diharapkan untuk tidak berpikiran burukdan diharuskan mengenakan pakaian sopan. Bagi anda yang suka memakai hot pans,jangan khawatir, anda masih tetap bisa mengunjungi tempat ini, pengelola objekwisata ini menyiapkan sarung atau kain batik yang bisa anda kenakan. 

Tidak hanya itu saja, disana juga ada pemandu wisata yang akan menjelaskan setiapdetail goa baik sejarah maupun makna disetiap arsitektur goa. Jika andabackpacker sendiri dan tidak punya cukup uang untuk membayar pemandu wisata,anda bisa ikut bergabung dengan serombongan traveler yang sudah membayarpemandu. 

Goa Sunyarangi
Goa Sunyarangi

Perjalanan saya lanjutkan ke Keraton Kasepuhan, dari Goa Sunyarangi kira-kira 3-4km. Untuk menuju ke Keraton sebenarnya tidak terlalu sulit, di Cirebon transportasi yang bisa kita andalkan hanya becak, angkot, dan ojek. Jarak antar objek wisata yang satu dengan yang lainnya tidak terlalu jauh, jadi masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki asal kuat heheheh... 

Oh iya, sebelum saya ke Keraton saya sempat mengunjungi Keraton Kanoman. Jaraknya cukup jauh dari Sunyarangi, dengan menaiki angkot D3 saya pergi menuju pasar yang saya lupa namanya, kenapa harus ke pasar? Area Keraton Kanoman berada di sekitar pasar, agak masuk ke dalam pasar. Untuk sampai kesana kita bisa berjalan kaki dari pertigaan jalan area pasar. Jaraknya cukup dekat. 

Oh iya, area Keraton dibagi dua, disebelah Barat ada Kaprabonan, ini juga termasuk area keraton Kanoman yang dipisah. Saya tidak tahu jelas mengapa ada pemisahan, menurut penduduk sekitar Kraton Kanoman ini sama dengan Keraton Kaprabonan hanya letaknya saja yang berbeda, keraton ini juga berada di tengah pasar dan harus masuk gang sempit untuk sampai kesana. 

Keraton Kaprabonan Cirebon|Dokumentasi pribadi
Keraton Kaprabonan Cirebon|Dokumentasi pribadi

Sewaktu saya kemari, hanya ada bangunan mesjid yang arsitekturnya masih dipengaruhi arsitektur gaya cina dan terdapat relief di dingding depan area mesjid. Di depan mesjid ada bangunan yang sudah tidak dipakai. Karena saya tidak bisa masuk ke dalam jadi saya putuskan meneruskan perjalanan ke Keraton Kanoman. 

Di Cirebon ada banyak kerton, keraton Kasepuhan Cirebon, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kanoman. Tapi karena waktu juga yang tidak memungkinkan untuk mengunjungi semua keraton jadi saya hanya mengunjungi Keraton Kasepuhan dan Kanoman. 

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Keraton Kanoman ini berbeda dengan keraton yang lainnya. Semua siti inggil di keraton ini berwarna putih bersih dan di dingdingnya juga ada keramik yang bermotif khas. Sayangnya ketika saya kemari, keraton ini seperti tidak ada penghuninya dan bahkan saya tidak bisa menemukan juru kunci keraton ini. Tapi, biaya masuknya free namun kita hanya bisa puas berfoto dipelatarannya saja dan tidak bisa masuk kedalam. Entah kenapa tempat ini juga sepi. Jika saja tempat ini ada pengurusnya pastinya para traveler akan penasaran ada apa dibalik keraton termuda ini. 

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Berhubung sudah masuk waktu solat djuhur saya meneruskan perjalanan ke Mesjid Agung Sang Cipta Rasa atau lebih dikenal dengan sebutan Mesjid Kasepuhan.  Mesjid ini dekat sekali dengan Keraton Kasepuhan. Bahkan kita bisa jalan kaki dari Keraton Kanoman menuju Mesjid, jaraknya hanya 1km. Mesjid ini sangat terkenal dan termasuk dilindungi karena mesjid yang juga disebut dengan mesjid merah adalah peninggalan salah satu wali songo. 

Beliau membangun mesjid ini  pastinya untuk keperluan ibadah. Mesjid ini konon disebut-sebut sebagai mesjid tertua di Cirebon sekaligus saksi bisu bagaimana para wali songo menyebarluaskan agama Islam di tanah jawa khususnya Cirebon. Mesjid ini dibangun pada tahun 1480 M, cukup tua ya guys! dan yang paling menakjubkan lagi adalah bagunan ini masih sangat terawat dan menurut salah satu pengurus mesjid ini sempat direnovasi. 

Mesjid Agung Sang Cipta Karsa Cirebon|Dokumentasi pribadi
Mesjid Agung Sang Cipta Karsa Cirebon|Dokumentasi pribadi

Untuk masuk kesini biayanya free alias gretong alias gratis. Tidak hanya diperuntukkan untuk muslim saja, tapi mesjid ini juga terbuka untuk umum, Jika Anda datang kesini hanya sekadar ingin tahu historikal dari bangunan ini tentu saja anda bisa kesini dan para kuncen disana akan menjelaskan setiap detail dari bangunan ini. Oh iya, biaya masuknya memang gratis namun ada biaya masuk toilet seikhlasnya. Anda diwajibkan membayar toilet jika hendak ingin ke toilet mesjid ini. 

Mesjid ini keseluruhan berwarna merah, lantainya masih menggunakan ubin lama berwarna merah hati dingdingnya juga berwarna merah. Bangunan ini 50% menggunakan kayu jati sebagai tiang penyangganya dan pintunya pun dibuat hanya 1m lebih alasannya agar ketika kita memasuki mesjid kita dalam posisi menunduk yang mengartikan bahwa kita menghilangkan sikap sombong ketika memasuki rumah Allah ini. 

Saya tidak dapat mmefoto semua tempat karena saat itu tidak ada niat. Mesjid ini ramai dikunjungi terutama pada hari-hari tertentu misalnya jumat kliwon. Orang-orang yang berziarah ke makam Sunan Gunung Jati pasti akan beritikaf sampai pagi di Mesjid ini begitulah sumber yang saya dapat dari teman baru yang saya temukan di Cirebon dan kebetulan asli Cirebon. 

Setelah ke Mesjid para wali songo saya pun melanjutkan perjalanan lagi, Kali ini destinasi terakhir saya yaitu Keraton Kasepuhan yang berada dekat sekali dengan Mesjid Rasa Cipta Karsa. Berbeda dengan Keraton Kanoman dan Kacirebonan, Keraton Kasepuhan ini hampir seluruhnya siti inggil berwarna merah bata. Saya tidak tahu pasti ada makna apa dibalik warna siti inggil. 

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Jika anda tertarik masuk ke Keraton ini anda harus membayar IDR 15,000 untuk tiket masuk. Di Keraton ini juga ada pemandu yang akan menjabarkan dan menemani anda berkeliling Keraton ini. Untuk harga pemandu saya tidak tahu karena datang sendiri kesana dan hanya ikut berbaur dengan rombongan traveler yang sudah membayar pemandu. 

Nah sekarang saya akan menrincikan berapa biaya yang dibutuhkan untuk sampai ke Cirebon dengan backpacker nekad. 

Biaya Transportasi

  1.  Kereta Krakatau dari Stasiun Cilegon - Stasiun Cirebon : IDR 195,000
  2. Angkot pulang pergi ke Makam Sunan Gunung Jati sampai ke alun-alun Cirebon : IDR 9000
  3. Angkot ke Taman sari goa sunyarangi : IDR. 8,000 (2 kali naik angkot)
  4. Angkot dari pertigaan taman sari ke Pasar menuju keraton kanoman : IDR. 5000
  5. Angkot dari Keraton Kasepuhan menuju terminal harjamukti : IDR 4000
  6. Bus Cirebon-Merak Banten : IDR, 90,000

Biaya HTM ke Wisata

  1. Goa Sunyarangi aka, taman sari : IDR. 10,000
  2. Keraton Kasepuhan IDR 15,000
  3. Mesjid Agung cipta karsa aka mesjid merah aka mesjid wali songo : free 
  4. Kanoman : free

Biaya Makan dan Minum 

  1. Baso di sunyarangi IDR. 11,000 BASONYA ENAK 
  2. Ketoprak dan gorengan di alun-alun IDR 11,000
  3. Minum 15000

lAIN-LAIN =IDR 8000

***Total pengeluaran 2 hari 1 malam di Cirebon = IDR, 381,000

Bagaimana murah bukan? biaya trasport masih bisa dikurangi bila anda bisa mendapatkan tiket kereta murah lebih dari yang saya jabarkan. Ayo ke Cirebon, wisata terlengkap khususnya berbau sejarah dan agamis ya di Cirebon adanya dan tempatnya pun tidak jauh, semua tempat wisata masih di area kota jadi tidak butuh uang transport banyak... 

artikel selanjutnya saya akan membahas tentang perjalanan singkat saaya di Banten lama.. 

Salam, backpaker kere si hijab backpaker solo...