Regional

Satgas Yonif 405/SK Manfaatkan Limbah Kayu Jadi Pupuk Organik

3 Juli 2017   13:43 Diperbarui: 3 Juli 2017   13:46 202 0 0
Satgas Yonif 405/SK Manfaatkan Limbah Kayu Jadi Pupuk Organik
Satgas Yonif 405/SK Manfaatkan Limbah Kayu Jadi Pupuk Organik| Dok pri

Mindiptana. Pos Kotis Satgas Yonif 405/Surya Kusuma melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial di daerah perbatasan RI-Papua New Guinea (PNG) dengan melaksanakan sosialisasi pembuatan pupuk organik bertempat di Kp. Osso, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel. (02/07/17)

Kabupaten Boven Digoel memiliki struktur tanah alluvial yang kurang subur untuk digunakan bercocok tanam, hal ini menyebabkan masyarakat kesulitan untuk mendapatkan hasil pertanian yang maksimal. Melihat kondisi tersebut, Satgas Yonif 405/SK mencari solusi untuk memecahkan masalah dengan cara melaksanakan uji coba memanfaatkan limbah kayu (serbuk gergaji kasar yang telah dijadikan arang) dikombinasikan dengan kotoran ternak kambing untuk diolah menjadi pupuk organik. Uji coba pupuk tersebut diterapkan untuk memupuk sayuran yang ditanam disekitar Pos Kotis Satgas Yonif 405/SK dan hasilnya terbukti dapat menyuburkan sayuran.

Atas dasar keberhasilan tersebut, Serda Edi Setiawan salah satu anggota Pos Kotis Satgas Yonif 405/SK berani melaksanakan sosialisasi cara pembuatan pupuk organik mulai proses pembakaran limbah kayu, pengayakan tanah yang dicampur dengan kotoran ternak kambing hingga cara penggunaanya.

Lebih dari 60 orang warga kampung Osso dengan penuh semangat dan antusias hadir memadati pelataran Pos Kotis Satgas Yonif 405/SK untuk mengikuti sosialisasi. Masyarakat juga dapat langsung melihat hasil tanaman yang dipupuk di kebun Pos Kotis Satgas Yonif 405/SK. Masyarakat menyambut baik atas digelarnya kegiatan tersebut, mengingat sosialisasi pembuatan pupuk organik baru pertama kali dilaksanakan oleh Satgas Pengamanan Perbatasan.

Dansatgas Yonif 405/SK Letkol Inf Diantoro, S. I.P, ditempat terpisah menuturkan, ”Satgas Yonif 405/SK akan terus berupaya untuk membantu kesulitan masyarakat di berbagai bidang, salah satu upaya yang dilaksanakan adalah mengadakan sosialisasi pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah kayu”.

”Dengan pemanfaatan bahan-bahan tersebut untuk diolah menjadi pupuk, maka dapat membantu masyarakat menekan biaya perawatan tanaman. Disamping itu, apabila masyarakat mampu memproduksi pupuk organik kemudian dijual ke pasar, maka akan dapat menambah penghasilan ekonomi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, ungkap Dansatgas.