Humaniora

Sekolah 8 Jam Sehari: Kenapa Harus Jadi Polemik?

2 Juli 2017   10:53 Diperbarui: 2 Juli 2017   11:19 243 0 1

Bagi sebagian orang, tidak terkecuali para orang tua melakukan berbagai cara untuk kelangsungan pendidikan putra dan putri mereka. Entah itu dengan mengikutsertakan dalam kegiatan les, Bimbel, dan ekstrakurikuler lainnya.

Baru-baru ini, Kemdikbud RI mengeluarkan gagasan mengenai sekolah 8 jam perhari dengan jadwal senin-jumat saja dan sabtu-minggu di liburkan.

Tetapi belum lama ini, gagasan Kemdikbud ini sudah menuai polemic. Banyak pihak yang menolak terkait gagasan ini dan menilai gagasan ini sulit untuk di jalankan dan tidak jelas datangnya, padahal sudah tertera dalam Permendikbud no. 23 tahun 2017 pasal 2 ayat 1.

Di negara lain, seperti Singapore, Jepang dan Korea Selatan, jam belajar siswa yaitu rata-rata 8-10 jam perhari dari hari senin-jum’at, sehingga para pelajar bermain di lingkungan yang positif dan tidak ada waktu bermain di luar. Berbeda dengan di Indonesia yang hanya 6-7 jam perhari dari hari senin-sabtu dan bahkan ada yang sampai hari minggu.

Jadi, kenapa harus menjadi polemic, seharusnya di coba terlebih dahulu. Bukan di nilai. Bagaimana bisa kita menginginkan hasil jika kita belum berbuat apa-apa.