Mohon tunggu...
Liese Alfha
Liese Alfha Mohon Tunggu... Dokter - ❤

Bermanfaat bagi sesama Menjadi yang terbaik untuk keluarga

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

"Term and Condition" Emak-emak untuk Buka Bersama

19 Mei 2018   16:30 Diperbarui: 19 Mei 2018   16:38 711
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ramadhan tak pelak menjadi sebuah momentum akan sebuah kebersamaan. Menjelang ramadhan biasanya akan mengalir sms-kalo dulu, wa-kalo sekarang, penyambung silaturahmi, permintaan maaf yang dikirim secara massal, yang makna nya kadang sudah tak lagi merasuk ke hati karena masifnya ucapan-ucapan serupa. Saat ramadhan akan lain lagi. 

Riwehnya grup alumni biasanya akan membahas rencana buka bersama, hingga sahur bersama, bisa juga undangan-undangan kajian seputar ramadhan. Rencana-rencana ini kebanyakan hanya sebatas wacana hingga ramadhan kembali menyapa. Haha.

Namun ada juga yang terealisasi nyata. Beberapa malah sudah punya agenda full selama bulan ramadhan untuk buka bersama dengan rekan-rekannya: mulai dari rekan kerja, sesama alumnus SMA, SMP, SD bahkan mungkin ada yang temenan dari TK.

Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan saat saya akan memutuskan ikut serta dalam acara buka bersama;

1. Waktu; awal-awal ramadhan biasanya saya akan memilih untuk berbuka di rumah. Selanjutnya apakah waktunya pas ketika saya gak kerja shift. Karena untuk beberapa orang yang kerja shift, agak susah untuk menyesuaikan waktu laiknya orang kantoran biasa. Kalau bertepatan dengan kerja, jauh-jauh hari bisa disiasati dengan tukar shift sesama teman jaga.

2. Lokasi buka bersama; terlebih saya sebagai ibu dengan 2 orang gadis cilik, tempat yang dipilih haruslah aman dan nyaman untuk anak-anak, bila kemudian anak-anak harus ikut.

3. Ketersediaan musholla di area makan; saya agak menghindari untuk buka bersama di mall karena alasan antri lama/berebut ke musholla. As you know, berapa sih kapasitas tampung musholla dibanding dengan pengunjung mall. Sedang tidak ramadhan saja, kita harus mengantri lama untuk sholat.

Alangkah meruginya kita menyiakan wakti sholat hanya karena buka bersama ini. Terlebih nanti hal ini menjadi pembenaran untuk meninggalkan sholat. Ramadhan loh, yang amalan sunnah saja akan dihitung sebagai amalan wajib, gimana yang wajib. Berlaku juga dengan dosa, saya rasa. 

4. Benar-benar ajang silaturahmi; kalau bisa juga sekalian  ajang berbagi kepada yanh membutuhkan. Hindari sibuk sendiri dengan gadget. Jangan dekat di mata namun jauh di hati. Momen buka bersama adalah momen kita mempererat tali silaturahim yang selama 11 bulan kemarin mungkin masing-masing kita sibuk dengan dunia sendiri-sendiri.

5. Hati-hati; inget silaturahni kepada semua, jangan fokus ke masa lalu yang bisa menyakiti pasangan masing-masing hindari membicarakan hal-hal yang bisa menjurus ke salah paham. Makanya memang sebisa mungkin buka bersama alumni itu mengikutsertakan pasangan masing-masing.

6. Jangan berlebihan; dalam hal ini bisa termasuk makanan yang di pesan/ambil. Hakikat puasa adalah menahan diri, namun jangan sampai saat berbuka malah menghantam semua yang di depan mata, atau hanya sekedar lapar mata. Ini berlaku bukan hanya di momen buka bersama, tapi saat berbuka pada umumnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun