rizqy aulia
rizqy aulia

General Practitioner-dream catcher

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Di Balik Keterlambatan Bantuan Biaya Hidup

28 Juni 2017   21:50 Diperbarui: 29 Juni 2017   12:47 129 1 0

Hai semuanya, saya adalah dokter intersip Jakarta periode Februari. Bulan ini ada keterlambatan BBH (Bantuan Biaya Hidup). BBH inilah yang menjadi “gaji bulanan” kami dokter intersip. Sudah 3 bulan BBH selalu dibayarkan tepat waktu, namun bulan Juni ini dikabarkan ada keterlambatan dikarenakan beberapa hal. 

Saya pribadi tidak terlalu mengambil pusing keterlambatan ini, toh juga akhirnya akan dibayarkan juga. Namun beberapa kawan saya keberatan dengan hal ini. Karena kalau boleh dibilang, sudah memasuki tanggal 18 Juni 2017 BBH juga belum terbayarkan. Boleh dibilang kami ini memiliki penghasilan tetap selama 1 tahun sebelum memulai profesi masing-masing. Kalau saya sih sebenarnya sudah 3 bulan ini tidak minta Mama Papa Foundation ( you know lah yah) karena Alhamdulillah BBH ini cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi saya ternyata salah dalam perencanaan. Why?

  • Tidak mempersiapkan Dana Darurat

Iyap betul! Sudah memasuki minggu ke 3 saya hanya mengandalkan sisa uang tabungan saya dan minta uang jajan Ayah saya untuk pertama kali dalam 3 bulan ini (hiks). Saya cukup tahu dirilah ga meminta sebesar BBH saya ke ayah saya. Jadi saya hanya meminta sepertiga dari total BBH saja. Alhamdulillah cukup sampai saya menulis kolom ini

  • Tidak punya perencanaan keuangan

Saya tahu saya seorang dokter. Bodohnya saya sendiri tidak bisa mengatur keuangan saya dengan baik. Awal bulan ini, saya masih menghabiskan tabungan saya untuk beli barang-barang lucu nan menggemaskan yang saya sendiri belum tentu memakainya (namanya juga Wanita). So, uang tabungan saya sempat menipis lantaran kebiasaan saya ini. Dan setelah tahu BBH belum keluar, mulailah saya rinci lagi uang tunai di tabungan dan di dompet. Walhasil hanya cukup untuk satu minggu.

Nah itulah sebenarnya penyesalan saya di bulan ini. Lalu apa hikmah yang bisa saya petik?

  • Tentu Siapkan Dana Darurat

Penting sekali sodara-sodara. Meski orangtua saya bisa kasih uang jajan lebih, tapi alangkah baiknya bila punya Dana Darurat sendiri kan? Masa sudah menjelang seperempat abad masih minta orangtua. Siapkan saja tiga kali gaji untuk dana darurat. Selebihnya buka tabungan, bisa kerja sambilan, investasi reksa dana saham, emas, atau properti (mungkin di tulisan mendatang yah).

  • Punya perencanaan keuangan

Harus punya catatan uang masuk dan keluar sekecil apapun. Jujur, bocor halus itu ada dimana-mana. Apalagi hobi saya yang suka jajan-jajan lucu di Mall atau jajan dekat RS atau puskesmas. So, catat pengeluaran gaes!

  • Belajar berhemat

Jujur saja, setiap awal bulan saya selalu ke bioskop untuk nonton film terbaru atau ke kafe untuk beli kopi kesukaan saya. Bulan ini? Ajaibnya saya tidak melakukannya dan buktinya saya masih hidup meski tidak melakukan hobi saya di atas. Dari sini saya mulai belajar berhemat, menghitung kebutuhan untuk sehari-hari tanpa menyiksa diri.

Sejak saat ini saya menyadari banyak kesalahan keuangan yang saya lakukan dan bertekad untuk memperbaiki rencana keuangan saya di masa depan.


Jakarta, 18 Juni 2017

Salam Sayang Uang

dr_Rizqy