Mangatas SM Manalu
Mangatas SM Manalu Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan & Klinik AIC, Kuningan City Mall - Jakarta. Instagram: https://www.instagram.com/mangatasm/ Twitter: https://twitter.com/#!/Komangatas3. Facebook: https://www.facebook.com/mangatasm

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Terlalu Sering Bersendawa Meski Tak Kembung, Wajarkah?

5 Juni 2017   11:34 Diperbarui: 10 November 2017   02:23 26277 4 1
Terlalu Sering Bersendawa Meski Tak Kembung, Wajarkah?
Sumber ilustrasi: photo stock

Seorang wanita datang ke tempat praktek saya di sebuah klinik dengan wajah yang sangat risau bahkan sampai menangis. Ia menerangkan bahwa dirinya seringbersendawa dengan suara keras yang susah ditahan dan kadang-kadang berbau tak sedap. Wanita itu merasa sangat malu dan tertekan akibat hal tersebut. Apalagi ia sering berhadapan dengan para klien dari kantornya. Ia bahkan tidak mampu menahan sendawa saat ada rapat dengan rekan-rekan kerja dan atasannya.

Saya memang cukup sering mendapatkan penderita yang mengeluh karena bersendawa terus-menerus, bahkan ada yang terjadi tiap beberapa menit. Ada juga yang mencengangkan saya, karena setiap sang penderita diurut atau dipijat lehernya, maka ia akan mengeluarkan suara sendawa dan gas dalam jumlah banyak dari mulutnya. Hal ini terus-menerus berlangsung selama ia masih dipijat. Saat seseorang dikeroki punggung dan bagian belakang lehernyapun orang sering bersendawa.

Kok Bisa?
Pada sebagian besar orang yang sering bersendawa, biasanya menganggap bahwa hal ini hanya karena “masuk angin” saja. Akan tetapi ada juga yang menganggapnya sebagai suatu keadaan yang lebih serius seperti “sakit maag” atau akibat kadar asam lambung yang tinggi. Memang kebanyakan pakar medis menyatakan bahwa umumnya keadaan sering bersendawa adalah hal yang tidak terlau serius. Meskipun demikian, sendawa yang terjadi terus menerus, dapat saja merupakan tanda dari kelainan fungsional (tidak ada kelainan pada dinding dalam kerongkongan dan lambung), tetapi dapat juga terjadi akibat gangguan struktural berupa kerusakan dinding dalam kerongkongan dan lambung.

Bersendawa (Inggris: belching, burping, eructation; Latin: ructus) adalah pelepasan udara secara spontan atau tidak disengaja (meskipun juga bisa dilakukan dengan sengaja) dengan suara agak keras. Bersendawa biasanya terjadi saat perut menjadi kembung karena terlalu banyak udara yang tertelan, guna mengurangi distensi dinding perut. Udara tersebut naik dari lambung melewati kerongkongan (esofagus) dan dikeluarkan melalui mulut. Bayi dan anak kecil dapat menelan udara dalam jumlah yang banyak setelah minum ASI, untuk mengeluarkan kelebihan udara yang tertelan itu, ia bersendawa.

Kembung (Inggris: bloating), bersendawa dan membuang gas melalui anus (Inggris: farting) sebenarnya adalah mekanisme normal tubuh kita. Berbagai macam gas dibuat di lambung dan usus duabelas jari (duodenum) bagian atas, saat tubuh memecah makanan.

Bersendawa 3 atau 4 kali setelah makan makanan adalah hal yang normal dan biasanya disebabkan oleh udara yang tertelan. Udara tersebut tertahan di dalam lambung atau usus duabelas jari, dan tidak masuk sampai ke usus halus (ileum). Jika udara atau gas itu mencapai usus halus, gas tersebut biasanya dikeluarkan ke bawah melalui anus.

Meskipun banyak orang yang merasa bahwa mereka terlalu sering membuang gas dengan bersendawa atau memiliki kelebihan gas dalam saluran pencernaannya, sebenarnya jarang pencernaan yang normal menghasilkan gas dalam jumlah berlebihan. Walaupun memang ada orang yang menghasilkan gas relatif lebih banyak daripada populasi umum. Adalah normal untuk mengeluarkan gas 6 sampai 20 kali sehari baik melalui sendawa maupun membuang gas dari anus.

Jika seseorang bersendawa terus menerus, apalagi gas yang dikeluarkan dari mulut tersebut menyebabkan bau yang tidak sedap, akan memalukan dirinya dan mengganggu orang di sekitarnya, seperti yang dirasakan wanita pasien saya tersebut. Rasa kembung, terlalu kenyang atau rasa penuh pada perut juga bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas. Demikian juga jika kita sering membuang gas dari bawah/anus.

Bersendawa sering terjadi saat seseorang merasa sangat kenyang setelah makan, tetapi ada juga orang yang bersendawa meskipun perutnya tidak kenyang. Hal ini biasanya terjadi karena bersendawa telah menjadi kebiasaannya untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada perut. Sebenarnya bersendawa hanya akan meredakan ketidaknyamanan yang terkait dengan menelan udara/gas.

Selain karena terlalu kenyang, beberapa penyebab yang paling umum dari sering bersendawa adalah makan atau minum secara terburu-buru, minum-minuman berkarbonasi (minuman bersoda). Biasanya cukup dengan mengubah jenis makanan dan minuman, seseorang sudah dapat mengurangi rasa penuh dan tidak nyaman karena gas tersebut. Walau demikian ada berbagai kondisi medis atau penyakit yang cukup serius dan cukup sering menyebabkan seseorang banyak bersendawa. Kondisi medis tersebut ialah penyakit pada lambung, gangguan cemas dan gangguan pada kandung empedu. Keadaan gangguan cemas adalah suatu ganggaun fungsional (tidak ada kerusakan struktur organ tubuh) tetapi dapat menyebabkan orang sering bersendawa.

A. Penyebab Umum dari Banyak Bersendawa dan Kembung Meliputi:

1. Aerofagia (aerophagia)
Aerofagia adalah keadaan menelan udara baik dengan atau tanpa disengaja, dalam jumlah yang cukup banyak. Aerofagia juga dapat terjadi bila seseorang:

  • Makan dengan banyak berbicara.
  • Makan atau minum dengan terburu-buru.
  • Mengunyah permen karet atau mengisap permen terus menerus.
  • Banyak minum melalui sedotan
  • Banyak merokok
  • Memakai gigi palsu yang tidak pas
  • Mengalami gangguan cemas
  • Hiperventilasi (bernafas secara cepat dan dalam), sering pada kondisi histeris.
  • Bernapas terus menerus melalui hidung, misalnya penderita yang mendapat oksigen dari selang hidung dalam jangka waktu lama.


2. Makanan dan Minuman Tertentu
Beberapa makanan dan minuman bisa menyebabkan kita lebih sering bersendawa. Ini termasuk minuman berkarbonasi (soda), alkohol, dan makanan tinggi tepung, gula, atau serat selulosa tertentu yang menyebabkan pembentukan gas. Makanan dan minuman lain yang mengandung banyak lemak jenuh (susu full-cream, keju, mentega, santan) serta gas belerang (sulfur) seperti yang terdapat pada telur asin, juga sering menyebabkan sendawa. Makanan lainnya yang umum menghasilkan banyak gas ialah:

  • Kacang-kacangan terutama kacang polong dan bumbu kacang
  • Brokoli, kol dan kembang kol
  • Berbagai jenis bawang
  • Pisang terutama pisang ambon
  • Kismis dan kentang dalam jumlah banyak
  • Roti yang banyak raginya
  • Seledri dan sawi jika berlebihan jumlahnya.
  • Telur, khususnya telur asin dalam jumlah banyak.
  • Cabai, cuka, asam, lada dan rempah-rempah dalam jumlah banyak.
  • Dairy products(susu full-cream, mentega, keju, coklat) dalam jumlah besar
  • Santan, bumbu kari, Kaldu kental.


3. Berbagai Jenis Obat-obatan
Sejumlah obat bisa mencetuskan sendawa. Obat-obat itu antara lain:

  • Obat diabetes yang disebut acarbose
  • Obat pencahar, seperti laktulosa dan sorbitol
  • Obat penghilang nyeri seperti misalnya, asam mefenamat, naproksen, piroksikam, ibuprofen, asetil salisilat, diklofenak, dan lain-lain. Kelebihan penggunaan obat nyeri dapat menyebabkan gastritis, suatu keadaan radang dinding dalam lambung yang dapat menyebabkan seseorang banyak bersendawa.


4. Kondisi Medis atau Penyakit tertentu
Beberapa kondisi medis juga bisa menyebabkan sendawa sebagai gejala. Namun, karena sendawa merupakan respons normal terhadap ketidaknyamanan perut, harus ditemukan gejala-gejala lain untuk dapat menentukan adanya suatu penyakit. Kondisi/penyakit yang bisa menyebabkan sendawa meliputi:

  • Gastroesophageal reflux disease (GERD): gangguan yang menyebabkan asam dari lambung mengalir ke atas ke dalam kerongkongan.
  • Gastroparesis: gangguan di mana otot dinding lambung melemah
  • Gastritis: radang lapisan dalam (mukosa) lambung
  • Tukak peptik: luka pada kerongkongan, lambung, bagian atas usus duabelas jari.
  • Intoleransi laktosa: ketidakmampuan mencerna laktosa (gula dalam susu) dengan sempurna
  • Malabsorpsi fruktosa atau sorbitol: ketidakmampuan menyerap gula buah dan tumbuh-tumbuhan.
  • Helicobacter pylori (H. pylori): bakteri yang menyebabkan infeksi lambung
  • Kondisi medis lain seperti pertumbuhan bakteri yang berlebihan di usus besar (bacterial overgrowth) akibat pemakaian antibiotika secara tidak tepat dan tidak tuntas. Penyakit dengan penyumbatan usus, atau infeksi / radang usus besar (kolitis infektif), juga sering menyebabkan rasa kembung dan sendawa yang berlebihan
  • Perubahan kadar hormon. Adalah hal yang biasa bagi wanita untuk mengalami kembung tepat sebelum menstruasi, karena tubuh mereka menahan cairan akibat perubahan kadar hormon kewanitaan.
  • Keadaan radang ataupun batu kandung empedu.
  • Ganguan cemas (neurosis ansietas).


B. Penyebab Perut Kembung Disertai Sering Bersendawa yang Agak Jarang Terjadi Ialah:

Penyakit celiac: intoleransi terhadap gluten, sejenis zat yang ditemukan pada makanan kaya tepung seperti roti dan biskuit. Sindrom Dumping: kelainan yang menyebabkan lambung mengosongkan isinya sebelum dihancurkan dengan baik. Insufisiensi pankreas: terjadi saat pankreas tidak mampu mengeluarkan enzim amilase dan lipase yang dibutuhkan untuk pencernaan makanan kita.

Sementara itu, keadaan yang sering menimbulkan kembung antara lain ialah sembelit. Hal ini umumnya jarang membuat penderitanya bersendawa, tetapi banyak membuang gas dari anus.


C. Pencegahan Bersendawa Berlebihan
Anda mungkin bisa mencegah pembentukan gas yang berlebihan dan kembung yang mengakibatkan bersendawa terus menerus dengan cara:

  • Usahakan agar tidak sering atau tidak banyak bersantap makanan yang banyak menghasilkan gas, seperti kacang-kacangan, brokoli, kol dan bawang bombay.
  • Usahakan untuk menghindari aerofagia/tertelannya banyak udara dengan:
  • Makan perlahan / tidak terburu-buru.
  • Kunyah makanan Anda dengan saksama sebelum menelannya.
  • Hindari banyak berbicara sambil mengunyah makanan.
  • Hindari banyak minum melalui sedotan.
  • Hindari mengunyah permen karet atau mengisap permen dalam jumlah banyak.
  • Jangan merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya.
  • Hindari minuman beralkohol, jangan banyak minum berkarbonasi / soda.
  • Hindari perubahan mendadak suhu perut, seperti minum minuman panas dan kemudian minuman dingin secara bergantian.
  • Jika Anda memakai gigi palsu, pastikan kesesuaiannya dengan pemeriksan dokter gigi.
  • Usahakan untuk tetap tenang dan mengelola kecemasan dengan baik
  • Buat catatan harian makanan jika Anda menduga bahwa gas disebabkan oleh makanan tertentu. Tuliskan apa yang Anda makan atau minum dan kapan gejala banyak bersendawa muncul, untuk membantu anda mengidentifikasi makanan atau minuman yang banyak menghasilkan gas. Setelah diidentifikasi, hindari atau batasi makanan dan minuman tersebut
  • Bicarakan dengan dokter atau ahli gizi tentang cara menjaga diet seimbang, jika Anda ingin secara permanen menghindari makanan atau minuman tertentu.


D. Beberapa Hal Praktis Lain dalam Pencegahan Sendawa yang Berlebihan:

  • Jangan makan terlalu banyak. Makan dalam porsi besar bisa membuat Anda merasa kembung. Cobalah untuk makan 6 kali sehari dengan porsi yang kecil daripada 3 kali makan dengan porsi yang besar.
  • Hindari sembelit, yang merupakan penyebab umum kembung dengan banyak memakan pepaya dan makanan / buah berserat tinggi seperti bangkwang.
  • Sedapat mungkin hindari obat pencahar.
  • Berolahraga secara teratur. Hal ini akan membuat gerakan lambung untuk mendorong udara ke usus semakin baik.


E. Terapi Sendawa di Rumah
Gas, kembung, dan sering bersendawa biasanya tidak berbahaya dan dapat hilang tanpa pengobatan apapun. Tetapi jika gas, kembung, atau bersendawa membuat anda merasa sangat tidak nyaman, lakukan langkah-langkah berikut untuk membantu mengurangi gejala tersebut:

  • Tingkatkan jumlah cairan yang Anda minum, terutama air (minum sampai 3 liter/24 jam) 
  • Minum obat yang bisa Anda beli tanpa resep dokter. Pastikan untuk mengikuti petunjuk pada label obat.
  • Tablet arang aktif, seperti N*r*t, dapat menurunkan jumlah dan bau dari gas sendawa. Tablet ini biasanya diminum setelah makan atau pada awal rasa tidak nyaman pada perut.
  • Obat antasida dengan “penangkap gas”, seperti Myl*nt*, P*lys*l*ne dan D*sfl*t*l, memungkinkan gas untuk diikat lebih mudah. Tapi obat-obat ini sering tidak berpengaruh pada gas yang sudah terlanjur masuk ke dalam usus duabelas jari.
  • Enzim pencernaan, seperti Enz*pl*x, yang membantu memecah gula dalam sayuran dan biji-bijian, dapat mengurangi pembentukan gas.
  • Jika Anda bersendawa berlebihan dan perut Anda semakin membuncit, cobalah untuk berbaring miring ke sisi kiri tubuh. Merangkul kedua lutut dan mendekatkannya ke dada juga bisa mungkin bisa membantu mengeluarkan kelebihan gas. Pertahankan posisi ini sampai Anda dapat membuang gas melalui mulut atau anus.


F. Sendawa yang Berbahaya
Sendawa sebagai gejala tunggal biasanya tidak berbahaya kecuali jika terjadi terlalu sering atau berlebihan volumenya. Jika Anda perut Anda tetap kembung bahkan semakin membesar meskipun sudah sering bersendawa, maka sebaiknya Anda pergi ke dokter di rumah sakit. Demikian juga jika Anda bersendawa terus-menerus disertai gejala mual yang hebat, muntah-muntah dengan sering, nyeri perut hebat, tidak bisa buang air besar lebih dari tiga hari, tinja berdarah, berat badan menurun secara bermakna (lebih dari 10 % berat badan dalam satu bulan) atau demam yang cenderung tinggi, sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter.


G. Sendawa Saat Menjalankan Puasa
Jika sendawa hanya terjadi 3-4 kali sesaat Anda baru selesai makan sahur, atau saat baru berbuka puasa (makan takjil: cemilan ringan dan minum minuman manis) maupun saat selesai makan besar selepas berpuasa, maka hal itu adalah wajar dan tidak perlu dicemaskan. Sedangkan jika Anda banyak bersendawa saat sedang berpuasa, hal itu umumnya terjadi akibat pola makan sahur yang salah.

Saat seseorang yang akan berpuasa tidak makan sahur, atau tidak makan sahur dengan baik dan benar (porsi makannya sangat banyak, terlalu dini waktu makan sahurnya) akan mengalami perut kembung dan banyak bersendawa. Makan langsung dengan porsi besar saat berbuka puasa (tidak makan takjil terlebih dahulu) dapat menyebabkan orang banyak bersendawa. Orang yang terlalu banyak berbicara, minum-minuman bersoda, atau banyak merokok saat sahur dan berbuka puasa juga akan kembung perutnya dan banyak bersendawa.

Jenis makanan sahur dan berbuka puasa yang salah (terlalu bersantan, banyak mengandung dairy products, terlalu banyak mengandung bawang atau sayuran yang banyak menghasilkan gas) adalah penyebab sendawa yang kerap terjadi saat orang menjalankan puasa. Penderita tukak peptik (luka yang dalam di dinding lambung dan/atau usus duabelas jari yang telah dibuktikan dengan pemeriksaan endoskopi), yang terlalu memaksakan diri untuk berpuasa, seringkali banyak bersendawa dan hal ini dapat menambah berat tukak peptiknya. Sebaliknya, penderita gangguan fungsional lambung (dinding dalam lambungnya normal atau disebut dispepsia fungsional) akan lebih jarang bersendawa jika berpuasa dengan makanan dan pola santap yang benar. 

Sebaiknya makan sahur dilakukan mendekati waktu Imsak atau sebelum adzan subuh. Penderita gangguan lambung (dispepsia yang ringan) yang ingin berpuasa, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter, khususnya dokter spesialis penyakit dalam. Obat-obatan lambung yang selama ini rutin dikonsumsi dapat diteruskan dan waktunya disesuaikan dengan waktu makan sahur serta waktu berbuka puasa. 

Akhirnya perlu diperhatikan satu hal yang sangat penting dalam petuah agama: “Makanlah sebelum engkau lapar dan berhentilah makan sebelum engkau terlalu kenyang” agar Anda terhindar dari banyak bersendawa saat berpuasa. Terimakasih. Selamat Berpuasa. Salam hormat dan Tabik.


Daftar pustaka

  1. Anonim: Gas, Bloating, and Burping, 2013, emedicine health, diunduh dari: Emedicine Health; akses: 26 Mei 2017
  2. Johnson, DA: Belching, Bloating, and Flatus: Helping the Patient Who Has Intestinal Gas, 2012, Medscape, diunduh dari: Medscape; akses: 26 Mei 2017.
  3. Bredenoord AJ: Management of Belching, Hiccups, and Aerophagia, Clin Gastroenterol Hepatol. 2013;11(1) , diunduh dari: Medscape; akses: 26 Mei 2017