Dewi Puspasari
Dewi Puspasari Penulis dan Konsultan TI

Suka baca, dengar musik rock/klasik, & nonton film unik. Juga nulis di https://dewipuspasari.net dan www.pustakakulinerku.com

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan Pilihan

Curi "Start" ke Tempat Wisata Sebelum Sesak

14 Juni 2018   05:00 Diperbarui: 14 Juni 2018   05:19 560 3 1
Curi "Start" ke Tempat Wisata Sebelum Sesak
Mumpung Batu masih agak lengang, curi start dulu main ke sana (dokpri)

Aktitvitas lebaran di kampung halaman besok seperti apa ya? Hari pertama lebaran sih biasanya sih standarnya sholat Idul Fitri dilanjut bersilaturahmi ke para tetangga. Lalu kami bermacetan menuju makam nenek dan sanak saudara yang mendahului kami. Kemudian, para saudara pun tiba. Kami asyik mengobrol sambil menyantap hidangan lebaran. Setelah itu? Jalan-jalan dong. Eh tapi aku sudah mencuri start untuk yang terakhir.

Hari ini kegiatan utama kami adalah memasak hidangan lebaran. Biasanya kami membuat ketupat dengan lauk-pauknya yang komplet. Ada ketupat dan lontong buatan sendiri yang bakal bersanding dengan opor ayam, sayur labu, sambal goreng krecek, dan telur petis. Jangan lupa juga es podeng, yakni hidangan dingin yang terdiri dari manisan kolang-kaling, setup nanas, nata de coco, dan agar-agar susu, lalu disiram dengan potongan es batu, air setup nanas dan diberi topping susu kental manis putih.

Tapi sepertinya menu tahun ini berbeda. Ibu sudah agak lelah memasak hidangan lengkap, sementara kakak perempuanku baru datang selepas sholat Idul Fitri besok. Menu hidangan lebaran besok sepertinya tidak jauh beda dengan hari-hari biasanya meskipun juga masih istimewa. Aku akan membantu Ibu memasak rendang daging sapi, rawon dengan telur asinnya, plus udang goreng. Menu esnya belum kupikirkan, mungkin hanya es nata de coco, setup nanas plus agar-agar minus manisan kolang-kaling.

Kami akan mulai memasak siang ini. Setelahnya, aku akan memasukkan lembaran-lembaran uang baru ke dalam amplop yang sudah kupersiapkan. Uang galak gampil atau salam tempel itu akan kubagikan ke para keponakan yang masih kecil. Hari ini aku juga akan membantu ibu membersihkan rumah dan menata kue-kue lebaran di ruang tamu. Jika masih ada waktu, aku akan kembali mengajak ketiga keponakanku jalan-jalan keliling kota Malang.

Salam tempel bakal dibagi besok (dokpri)
Salam tempel bakal dibagi besok (dokpri)

Mencuri Start untuk Jalan-jalan

Tinggal di kota yang banyak tempat wisatanya itu ada poin plus dan minusnya. Asyiknya, pilihan berwisatanya banyak. Tinggal pilih. Mau wisata pantai atau wisata pegunungan? Belum lagi wisata buatan yang makin ngehits dan seolah-olah selalu ada yang baru.

Minusnya, seringkali terutama pada saat libur panjang dan libur lebaran kami para warga lokalnya malah kesulitan menikmati obyek wisata di daerahnya. Para wisatawan dari daerah sekitar seperti Surabaya pun mengerumuni daerah-daerah wisata, khususnya di kawasan wisata Batu. Jalanan menuju dan kembali dari Batu macet parah dan obyek wisatanya penuh sesak. Untuk mencobai satu wahana saja, antrinya bisa panjang bukan main.

Main ke yang murah saja di Alun-alun Batu (dokpri)
Main ke yang murah saja di Alun-alun Batu (dokpri)

Obyek wisata buatan di Batu masih jadi favorit, dari Jatim Park I, Museum Angkut, Museum Satwa, Batu Night Square, Museum Heritage, dan yang terbaru Jatim Park III dengan Dinosaurs World-nya. Para keponakanku sudah mengincarnya. Aku menghitung-hitung. Tiket masuknya Rp 110 ribu/orang. Lima orang sudah Rp 550 ribu hehehe. Lumayan mahal juga ya.

Kemarin kami sudah lewat situ dan ketiga keponakanku sudah berteriak-teriak agar kami berhenti dan main di situ. Meskipun masih masuk bulan puasa rupanya peminatnya banyak. Parkiran kendaraan nampak penuh sesak. Sedangkan ke tempat wisata lainnya mereka sudah kurang tertarik karena sudah pernah kesana berulang kali.

Akhirnya aku mengajak mereka ke hutan pinus. Tapi ketiga keponakanku nampak kurang tertarik. Ya, akhirnya aku mengalah, mengajak ke tempat wisata murah meriah saja di Batu, ke Alun-alun Batu. Mumpung Batu masih nyaman dijelajahi, selepas sholat Idul Fitri, jalanan Batu bakal penuh sesak.

Langsung sibuk main air (dokpri)
Langsung sibuk main air (dokpri)

Aku sendiri sudah berulang kali ke Alun-alun Batu, tapi aku juga belum bosan. Dua keponakanku langsung berlari dan bermain air. Mereka senang sekali bermain menutup dan membuka air mancur. Eh tak lama baju salah satu keponakanku sudah basah. Walah bisa masuk angin nih soalnya aku juga tidak bawa baju ganti buat mereka.

Mereka kugiring ke tempat bermain anak-anak. Keponakanku yang paling kecil lalu sibuk main seluncuran. Ia begitu lincah menaiki tangga dan kemudian berseluncur. Aku yang malah capek berlarian ke sana ke sini menjaga mereka.

Jajan lumpia dan tahu gulung deh (dokpri)
Jajan lumpia dan tahu gulung deh (dokpri)

Lalu mereka menunjuk bianglala raksasa.  Mereka langsung muram ketika mengetahui bianglala tersebut selama bulan puasa baru beroperasi di atas jam delapan malam.

Ya agar mereka tak muram, aku membelikan mereka susu dan lumpia untuk disantap saar berbuka puasa. Rupanya tidak cukup, mereka minta naik delman berkeliling alun-alun. Hahaha nglunjak. Ya sudahlah jarang-jarang aku main bersama mereka. Mumpung Batu belum begitu ramai juga. Setelah lebaran belum tentu kami dapat berkunjung ke sini.

Akhirnya kami naik delman. Ketiganya nampak suka cita. Tak puas dengan jalan-jalan ke Batu, mereka meminta bermain ke alun-alun Malang. Tapi karena Maghrib hampir menjelang, mereka harus puas hanya berkeliling tanpa turun dan bermain.

Bianglalanya baru dibuka pukul delapan malam saat puasa, mereka pun muram (dokpri)
Bianglalanya baru dibuka pukul delapan malam saat puasa, mereka pun muram (dokpri)

Kota Malang sendiri mulai ramai. Kondisinya setelah lebaran hari pertama sebelas duabelas dengan kota Batu. Sebentar lagi jalanan Malang akan padat oleh wisatawan. Mumpung masih sedikit lengang, kami curi start dulu untuk menikmati suasana kota Malang dan sekitarnya.