Darwono Guru Kita
Darwono Guru Kita profesional

**************************************** \r\n DARWONO, ALUMNI PONDOK PESANTREN BUDI MULIA , FKH UGM, MANTAN AKTIVIS HMI, LEMBAGA DAKWAH KAMPUS JAMA'AH SHALAHUDDIN UGM, KPMDB, KAPPEMAJA dll *****************************************\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nPemikiran di www.theholisticleadership.blogspot.com\r\n\r\nJejak aktivitas di youtube.com/doitsoteam. \r\n\r\n\r\n*****************************************\r\n\r\nSaat ini bekerja sebagai Pendidik, Penulis, Motivator/Trainer Nasional dan relawan Pengembangan Masyarakat serta Penggerak Penyembuhan Terpadu dan Cerdas Politik Untuk Indonesia Lebih baik\r\n*****************************************

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara

Aksi Mimikri di Pilkada 2018

30 Juni 2017   21:54 Diperbarui: 30 Juni 2017   21:55 242 1 0

Keledai pun tidak mau terperosok ke dlam lubang yang sama untuk ke dua kalinya. Demikian lokal wisdom  yang sering kita dengar. Demikian juga kelompok pembawa kepentingan tertentu, pembawa kepentingan konglemerat yang ingin menguasa Inonesia melalui penguasaan sumber-sumber daerah, tentu tidak mau terperosok untuk ke dua kalinya setelah pada pilkada serentak 2017 boleh dikatakan gagal total. Banyak yang menuding apa yang terjadi di DKI Jakarta lah penyebabnya. Oleh karena itu, pada Pilkada serentak 2018 nanti, apa yang terjadi di Jakarta tidak boleh terulang, dan sudah barang tentu strategi strategi, pendekatan-pendekatan baru, akan dilakukan untuk tidak semakin kalah total. 

Di sisi  lain kelompok yang konsen dengan kepentingan umat, nampaknya Spirit "al maidah power" akan sangat kuat mewarnai pilkada serentak di beberapa daerah. Sangat diharapkan adanya pengaruh terhadap  partai partai pengusung pembela kepentingan pemilik modal, yang di DKI memunculkan kasus penistaan agama,  sangat dimungkinkan akan mengalami kekalahan total. Tentu saja dengan kemampuan finansial yang luar biasa, Calon calon yang sesunguhnya laksana robot robot para konglemerat akan mengandalkan kekuatan finansialnya untuk memenangkan di setiap daerah yang menyelenggarakan Pilkada, dengan tujuan menguasai pengelolaan sumber-sumber daerah itu tentunya. 

Belajar dari pilkada DKI, laju para calon dukungan  konglemerat,  entah ular, naga,  cacing atau lainnya,  bisa saja  Kekuatan itu hanya dapat distop oleh kekuatan iman dan taqwa, sebagaimana tercermin pada Pilkada DKI Jakarta yang baru saja dimenangkan oleh calon pro rakyat. Fenomena di DKI, Gempuran finansial konglemerat yang dikenal dengan 9 cebong  melalui kucuran amplop, sembako dll, tidak mampu membelokan hati nurani yang telah diisi cahaya ilahi, meski pihak tertentu menganggapnya sebagai Sara. 

Untuk menyalakan cahaya ilahi di dalam dada kaum muslimin untuk berkomitmen pada perilaku memilih yang dilandasi iman untuk memilih calon yang berkomitmen bagi kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan kelompok pemilik modal maka ikhtiar dakwah yang serius untuk membimbing umat melangkah di jalan Tuhan mutlak harus dilakukan dengan konsisten dan berkesinambungan.

Oleh karena itu waktu yang masih tersisa benar benar harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pendekar-pendekar demokrasi yang berkomitmen kepada kepentingan rakyat banyak . Sebab bagaimana pun semua strategi  tentu akan diterapkan oleh para kompetitor yangb sesungguhnya memperjuangkan kelompok kecil pemilik modal. Termasuk strategi bernesra mesra, berbaik baik dengan rakyat, sebab, sekali lagi, apa yang terjadi di DKI tentu menjadi pelajaran tersendiri bagi mereka, bahwa berhadapan dengan umat vis et vis hanya merugikan upaya mereka sedniri. 

Oleh karenanya, kondisi persaingan Pilkada 2018 akan lebih komplek, kamuflase kamuflase, bunglon bunglon akan lebih canggih dalam bermimikri. Dalam kondisi demikian, hanya  Cahaya ilahilah yang akan membimbing rakyat , dapat memilih dengan tepat pemimpin yang dibutuhkannya. Dengan demikian menjaga hati rakyat untuk terus bergerak di jalan lurus  benar benar harus dilakukan dengan tepat dan totalitas,,  dalam penghambaan diri kepada Malikul Mulk.

Fastabiqul khoirot !