Politik

Standard Ganda? Ahok Dihantam, HT Dibela

28 Juni 2017   15:16 Diperbarui: 28 Juni 2017   15:21 1546 2 2

Salah satu berita yang menarik perhatian sekarang ini ialah ditetapkannya Hary Tanoe sebagai Tersangka oleh Kepolisian .Penetapan tersebut berkaitan dengan pengaduan Yulianto,jaksa pada Kejaksaan Agung yang merasa diancam oleh Hary Tanoe(HT) melalui sms.
Beragam komentar atau tanggapan muncul sehubungan dengan status hukum yang disandang oleh HT.

Tanggapan yang muncul antara lain dari sepuluh orang tokoh yang menegaskan HT tidak bersalah karena melihat sms HT tidak sama sekali berisi ancaman.Sepuluh tokoh itu antara lain Lieus Sungkharisma ,tokoh Tionghoa,Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah,Dahnil Anzar Simanjuntak,pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis ,Andi Arif dan Hotman Paris Hutapea.

Selain tanggapan para tokoh tersebut yang paling menarik perhatianku ialah komentar dari Ketua Tim Advokasi Gerakan Nasional Pembela Fatwa MUI( GNPF-MUI,Kapita Ampera yang menilai Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo sedang dikriminalisasi melalui sms kepada Jaksa Yulianto.

Seperti dikutip dari OkezoneNews,Senin,26 Juni 2017,Kapitra Ampera mengatakan " Kriminalisasi itu adalah perbuatan yang tidak dilakukan tetapi dipidanakan.Kemudian dibuatlah simulasi bahwa dia melakukan kejahatan".

Selanjutnya Kapita mengemukakan ,kriminalisasi terhadap Hary Tanoe ini merupakan kejahatan negara dalam kebijakan kebijakannya dalam hal ini Kejaksaan Agung.(Kriminalisasi terhadap Hary Tanoe ) dapat dikualifikasikan sebagai meta criminality atau kejahatan diatas kejahatan.
Komentar atau tanggapan Kapita Ampera itu bagiku menarik bukan dari sisi hukumnya tetapi karena yang mengatakannya adalah Ketua Tim Advokasi GNPF-MUI.

Setahuku GNPF-MUI ini dibentuk untuk mengkordinasikan gerakan ummat Islam dengan tuntutan " Penjarakan Ahok".GNPF MUI ini berhasil mengadakan aksi besar yang diikuti oleh jutaan ummat Islam seperti yang terlihat pada 4 November dan 2 Desember 2016.
Sekedar flash back ,27 September 2016,Ahok berbicara di Kepulauan Seribu tentang Al Maidah 51 yang kemudian potongan video sambutannya itu di posting Buny Yani di akun miliknya .Sesudah itu ucapan Ahok di Kepulauan Seribu itu menimbulkan reaksi dan protes dari ummat Islam karena Ahok dinilai telah melakukan penistaan agama.

Dalam suasana protes yang demikian pada 11 Oktober 2016, Majelis Ulama Indonesia Pusat mengeluarkan fatwa yang menyatakan Basuki Tjahaja Purnama telah melakukan penistaan terhadap agama Islam dan juga menghina para ulama.

Oleh karena belum ada tindakan terhadap Ahok maka muncullah aksi aksi bela islam yang meminta Ahok dipenjarakan dan aksi aksi tersebut dikordinir oleh GNPF-MUI dengan kordinator atau ketuanya ialah Bachtiar Nasir dan penasehatnya adalah Habib Rizieq Shihab,Imam Besar Front Pembela Islam (FPI).

Dari rangkaian yang diutarakan tersebut terlihat GNPF-MUI dibentuk untuk membela fatwa MUI yang menyatakan Basuki Tjahaja Purnama telah melakukan penistaan agama.

Walaupun GNPF -MUI berjuang untuk menegakkan fatwa MUI tetapi karena iklim politik Jakarta dalam suasana Pilgub yang mulai memanas maka tidak dapat ditampik kesan bahwa aksi aksi yang dilakukannya juga dimaksudkan untuk menjegal kemenangan Ahok pada pilgub dimaksud.
Publik menilai tuntutan GNPF-MUI juga dilatar belakangi keinginan agar Ahok gagal pada pilgub terutama oleh karena ia seorang Tionghoa dan bukan Muslim.

Sebelum Ahok ,mengucapkan kalimat di Kepulauan Seribu pun upaya menjegalnya sudah dilakukan berbagai tokoh dan kelompok terutama dengan meggunakan issu agama.

Pada okotober 2014 misalnya telah muncul penolakan oleh FPI yang dimotori Habib Rizieq yang menentang Ahok diangkat sebagai Gubernur DKI definitif menggantikan Jokowi yang sudah dilantik sebagai Presiden RI.Alasan utama penolakan tersebut karena Basuki Tjahaja Purnama adalah seorang Non Muslim.

Oleh karena tokoh sentral GNPF -MUI adalah Habib Rizieq maka aksi aksi yang dilakukan juga selalu dimaknai publik sebagai bahagian dari " kampanye" untuk tidak memilih Ahok karena alasan keagamaan.
Sebagaimana diketahui Hary Tanoe adalah raja media indonesia turunan Tionghoa dan beragama Kristen.Dari sisi yang demikian ada kesamasn Ahok dengan HT.

Pada Pilgub DKI yang lalu,HT adalah pendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
HT juga dikenal dekat dengan tokoh tokoh Islam dan sering mengunjungi pesantren pesantren.
Dengan tokoh tokoh FPI maupun GNPF -MUI belakangan ini hubungannya cukup baik padahal pada tahun 2013,Imam Besar FPI,Habib Rizieq pernah mengecam HT berkaitan dengan penyelenggaraan Miss World 2013 yang ditentang oleh Forum Ummat Islam .Ketua Penyelenggara Miss World tersebut adalah Liliana Soedibjo,istri HT.

Pada salah satu aksi menentang penyelenggaraan Miss World tersebut ,Rizieq menyatakan Hary Tanoe harus digantung.Tidak hanya kalimat itu saja yang diucapkannya tetapi keluar juga kata kata kotor yang menyebut HT *ba*i".
Kenapa belakangan ini hubungan keduanya mesra? Kemungkinan jawabnya karena HT mendukung Anies-Sandiaga ,pasangan yang juga didukung oleh FPI.

Karenanya muncul pertanyaan apakah Ahok dulu dihantam murni karena ia Tionghoa dan Non Muslim atau justru untuk sebuah kepentingan politik.Jika ukuran yang digunakan soal agama dan etnik rasanya tidak terlalu tepat juga Ketua Tim Advokasi GNPF -MUI membela HT.Kecuali mungkin ada standard ganda yang digunakan.

Batavia,28617