Casmudi
Casmudi Wiraswasta

Gemar menulis dan berbagi informasi. Seorang Lifestyle & Travel Blogger. Trip Advisor : https://www.tripadvisor.com/members/casmudib Silahkan mampir di blog saya: http://www.casmudiberbagi.com/

Selanjutnya

Tutup

Tebar Hikmah Ramadan Pilihan

Mengunjungi Usaha Konveksi Kerabat, Inspirasi Hidup di Hari Lebaran

15 Juni 2018   07:50 Diperbarui: 15 Juni 2018   07:55 1090 0 0
Mengunjungi Usaha Konveksi Kerabat, Inspirasi Hidup di Hari Lebaran
Menikmati soto sebelum menghadiri acara arisan di Kota Solo (Sumber: dokumen pribadi)

Bersilaturahmi ke Solo juga mendapatkan inspirasi usaha. Kebetulan anak dari paman (adik ibunya istri saya) merintis sebuah usaha konveksi. Usaha yang dikembangkan dengan tekad. Karena, tidak mempunyai latar belakang sama sekali dalam bidang entrepreneurship. Ruang tamu disulap menjadi tempat kerja.

Ada hal yang menarik yang bisa diperoleh dari hal tersebut yaitu "The Power of Kepepet". Karena kebutuhan yang makin bertambah karena barusan menikah maka harus membuat terobosan usaha. Usaha konveski yang mayoritas menghasilkan kaos-kaos bola dan pesanan perusahaan menjadi ladang bisnis yang menggiurkan. 

Membuka usaha juga membutuhkan keyakinan yang kuat. Just Do It, lakukan saja seperti tagline-nya Nike merupakan kalimat yang pas untuk melakukan usaha. Tidak berpikir terlalu jauh tentang hal apa yang akan terjadi kemudian seperti keuntungan, kerugian dan lain-lain. Intinya, eksekusi usaha adalah yang lebih utama. Karena, setiap usaha yang dipikirkan terlalu jauh tentang bayangan kerugian di masa depan maka mayoritas usaha tersebut surut untuk dilakukan dengan baik.

Usaha konveksi yang dirintis oleh anak paman (Sumber: dokumen pribadi)
Usaha konveksi yang dirintis oleh anak paman (Sumber: dokumen pribadi)

Bukan hanya masalah inspirasi usaha yang bisa diperoleh dari pelesiran di hari kedua Lebaran di Solo. Saya juga mendapatkan inspirasi hidup tentang kuatnya persaudaraan tanpa memandang status. Sudah lumrah yang terjadi dalam masyarakat bahwa hubungan saudara selalu memandang kasta, harta dan jabatan.

Meskipun masih saudara tetapi jika kondisi ekonomi terlalu "njumplang" (berat sebelah) berbeda jauh maka hubungan saudara sering mengalami masalah. Mungkin, yang merasa kaya malu untuk bersaudara dengan keluarganya yang mengalami kondisi miskin.

Dari kunjungan ke Solo, ada hal menarik yang patut dipetik yaitu keterbukaan setiap anggota keluarga besar dari manapun untuk menjalin silaturahmi dan kekerabatan yang baik tanpa memandang status sosial. Kata pepatah Jawa yang berbunyi, "nggugah silaturahmi, marai katah rejeki" (membangun silaturahmi, menyebabkan banyak rejeki). Karena, silaturahmi tak bisa dinilai dengan uang.

Silaturahmi yang kuat juga menimbulkan persaudaraan dan persahabatan yang luas. Banyak kejadian nyata bahwa persaudaraan dan persahabatan yang tidak memandang status sosial mampu menimbulkan sebuah kepercayaan. Dan, kepercayaan yang kuat bisa mengakibatkan sebuah peningkatan rejeki dan jabatan, bukan?

Jalan-jalan ke Kota Solo bukannya sekedar jalan bahagia untuk merayakan kemenangan di Hari lebaran. Tetapi, banyak inspirasi hidup yang bisa saya petik. Bukan hanya menikmati kuliner nusantara tetapi bisa mendapatkan inspirasi usaha dan motivasi hidup yang lebih baik di masa depan.

Sejatinya, inspirasi hidup mampu membuat hidup anda lebih baik. Ketika inspirasi hidup anda tiru dan pegang kuat maka anda akan mendapatkan kenyamanan dan ketenangan hidup. Itulah sebabnya, memperluas komunikasi dengan orang lain adalah yang utama. Salah satunya adalah dengan mempererat jalinan silaturahmi, baik dengan saudara maupun dengan orang lain.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Mohon maaf lahir dan batin.