Yulianto
Yulianto Penerjemah

Menulis saja

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Puasa, Aktivitas Menyehatkan bagi Tubuh

23 Mei 2018   03:12 Diperbarui: 23 Mei 2018   09:38 670
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puasa, Aktivitas Menyehatkan bagi Tubuh
Ilustrasi: innovativefitness.com

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, puasa berarti menghindari makan, minum, dsb dengan sengaja. Puasa tak hanya sekadar aktifitas fisik belaka tetapi ia juga merupakan aktifitas spiritual dalam beberapa agama.

Puasa dipercayai sebagai aktifitias yang kaya akan manfaat, tak hanya bagi kesehatan fisik tapi juga bagi mental si pelakunya. 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Valter Longo dan rekannya dari University of Southern California (USC) di Los Angeles, menemukan bahwa periode puasa yang lama, misalnya 2-4 hari  bahkan lebih dapat "merestart" sistem kekebalan tubuh, membersihkan sel imun yang sudah lama dan meregenerasinya menjadi baru. Suatu proses yang mereka katakan dapat melindungi tubuh dari kerusakan sel yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti penuaan dan kemoterapi.

Beberapa pakar kesehatan pun sangat menyarankan kepada orang-orang yang sedang melakukan program diet agar dapat menjadikan aktifitas berpuasa sebagai bagian dari program dietnya. Untuk lebih mengetahui manfaat puasa bagi tubuh, berikut ini adalah gambaran proses yang terjadi dalam tubuh manusia ketika sedang berpuasa yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

1. Pemecahan glukosa

Pada jam-jam pertama puasa, tubuh akan terasa cukup normal bagi kebanyakan orang karena pada saat itu tubuh sedang menjalani proses rutin memecah glikogen dan menyimpan glukosa sebagai bahan bakar untuk energi. Biasanya, sekitar 25% dari hasil proses ini akan langsung ke menuju otak sementara sisanya akan mendukung sel darah merah dan otot.

2. Ketosis

Setelah 5-6 jam tergantung pada kadar gula dalam darah, tubuh akan mencapai tahap ketosis,  kondisi dimana liver manusia memproduksi "ketone" untuk digunakan sebagai bahan bakar atau energi yang digunakan seluruh tubuh terutama otak. 

Ketosis terjadi ketika tubuh tidak lagi ada asupan karbohidrat (glukosa) sebagai sumber makanan untuk diproses menjadi energi. Bagi pelaku puasa yang ingin menurunkan berat badannya. Kondisi inilah saat dimana tubuh akan mulai kehilangan berat badannya.

Tak hanya melalui puasa, kondisi ini juga dapat dicapai melalui ketofastosis, yaitu gabungan dari Ketogenic dan fastosis. Ketogenic merupakan sebuah pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak dan protein sedang. Sedangkan fastosis sendiri adalah fasting on ketosis yang artinya Puasa dalam kondisi ketosis.

3. Pembersihan kolesterol dan asam urat

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun