Ariyani Na
Ariyani Na wiraswasta

Hidup tidak selalu harus sesuai dengan yang kita inginkan ... Follow me on twitter : @Ariyani12

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Mencari Apa di Media Sosial?

3 Juli 2017   11:55 Diperbarui: 3 Juli 2017   12:09 958 8 5
Mencari Apa di Media Sosial?
sumber : Maxmanroe.com

Apa yang dicari dari media sosial? Sebuah pertanyaan yang menarik untuk dibahas mengingat banyak orang yang saat ini tidak dapat lepas dari media sosial.

Beberapa waktu lalu, saya sempat menonaktifkan Facebook karena alasan lelah melihat isi timeline yang membahas urusan politik hingga isu SARA. Namun, baru beberapa hari paska ditutup, saya mendapat pesan Whatsapps dari beberapa teman yang juga berteman di Facebook yang menanyakan mengapa akun saya hilang. Lebih ekstrim lagi, ada yang menangis karena mengira saya memblokir teman saya karena alasan tertentu, padahal tidak ada satupun teman yang saya blokir. Akhirnya karena tidak ingin ada kesalahpahaman maka Facebook saya aktifkan kembali.

Kembali ke pertanyaan di atas, apa yang kita cari di media sosial, sehingga banyak orang yang tidak dapat melepaskan diri secara keseluruhan (sama sekali tidak mengakses seluruh media sosial). Ada yang mungkin tidak memiliki akun Facebook, tapi punya akun Instagram, Path atau twitter.

Mencari Uang

Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial menjadi media promosi paling efektif sehingga tidak sedikit yang menggunakannya untuk mencari penghasilan. Ada yang melakukan promosi usahanya sendiri, namun ada pula yang menjadi buzzerdari usaha milik orang lain.

Karena alasan menjadi sumber penghasilan banyak yang tidak dapat meninggalkan media sosial meskipun merasa tidak nyaman dengan isi status yang lewat di beranda media sosialnya. Dengan alasan yang sama, banyak orang melakukan hal-hal negatif di media sosial untuk sebuah misi yang diberikan oleh yang membayarnya, dan biasanya ini banyak berhubungan dengan politik.

Mencari Perhatian

Sadar bahwa media sosial dilihat oleh banyak orang, baik keluarga, teman dekat, teman lama, kerabat, bahkan teman yang belum dikenal sebelumnya, banyak yang menjadikan media sosial sebagai wadah untuk mencari perhatian, baik ditujukan untuk umum ataupun ditujukan secara khusus untuk seseorang, seperti mantan, kekasih, orang yang sedang dipedekate atau disukai.

Bila ditujukan secara khusus, biasanya orang tersebut akan mengunggah gambar atau menulis status tertentu dengan harapan dilihat atau dibaca oleh target, dan berharap target akan memberi tanda jempol atau memberi komentar.  Bila ditujukan secara umum, biasanya akan mengunggah foto sedang liburan, sedang melakukan kegiatan luar biasa atau yang terkesan baik, dan cek in di tempat tertentu seperti bandara atau tempat wisata.

Tipe pengguna media sosial yang ingin mencari perhatian akan banyak kita temui saat libur panjang lebaran atau akhir tahun, biasanya akan banyak yang mulai mengaktifkan akunnya dan mengunggah foto-foto liburan sekaligus memberitahukan sedang berada di mana.

Mencari Kesibukan

Bagi yang bermedia sosial untuk mencari kesibukan biasanya jarang mengunggah foto ataupun penulis status, biasanya mereka hanya senang membaca dan melihat status atau membaca berita yang dibagikan oleh akun resmi media massa atau oleh teman-teman media sosialnya.

Tipe pencari kesibukan ini akan merasa terganggu bila terjadi perang status karena perbedaaan pendapat masalah politik. Meraka akan merasa tidak nyaman dan serba salah karena kedua belah pihak yang berselisih paham adalah teman sendiri.

Mencari Kepuasan Batin

Biasanya tipe seperti ini akan lebih sering menulis status dan mencurahkan isi hati, bisa disertai dengan foto atau tanpa foto. Karena tujuannya mencari kepuasan batin maka tidak heran kita akan menemukan status orang yang marah-marah, mengumpat, mengeluh, menceritakan semua masalah atau beropini tentang suatu kasus yang tidak dapat dituangkan didunia nyata.

Mencari Hiburan

Tipe pengguna media sosial seperti ini biasanya hanya membagikan hal-hal yang lucu, gembira, dan hal-hal yang menyenangkan baik dari pengalaman pribadi ataupun hanya sekedar membagikan video, gambar atau cerita yang didapatkan dari pesan media chatting atau dari situs internet lain.

Mereka juga jarang ikut dalam diskusi atau berkomentar di status-status yang sekiranya dapat menyebabkan perdebatan panjang atau yang bersifat sensitif, baik politik ataupun yang berhubungan dengan SARA.

Mencari Teman dan Mencari Jodoh

Luasnya lingkup pertemanan yang bisa dijalin di media sosial menjadi alasan orang mencari teman baru, dengan harapan mungkin dapat memiliki persamaan hobi atau memiliki kesamaan pola pikir sehingga merasa cocok dan asik untuk berdiskusi.

Mencari teman lama juga menjadi alasan orang untuk membuka akun media sosial, dan faktanya Facebook memang media sosial yang paling bisa mewujudkannya, namun sayangnya ada banyak kisah drama percintaan akibat dari pertemuan ini.

Mencari jodoh melalui media sosial juga bukan hal yang tidak mungkin, karena media sosial memang memberikan banyak pilihan kepada para single untuk dapat menemukan jodohnya, meskipun yang benar-benar sukses mendapatkan jodoh lewat media sosial tidak sebanyak bila mencari di dunia nyata.

Yang didapatkan belum tentu sesuai yang dicari

Dari sekian banyak yang dicari di media sosial, belum tentu semua mendapatkan apa yang diinginkannya, sehingga tidak sedikit yang kemudian beralih dari satu media sosial ke media sosial lainnya atau hanya bermain dengan media chatting bahkan ada yang kemudian menutup semua akun ketika mendapatkan masalah akibat media sosial, baik masalah keluarga ataupun berhubungan dengan masalah hukum.