angky dwinanda
angky dwinanda karyawan swasta

me as i'am

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Mudik, Tradisinya Bangsa Indonesia

3 Juli 2017   15:05 Diperbarui: 3 Juli 2017   15:06 102 0 1

Hari Idul Fitri tanda berakhirnya bulan ramadhan yaitu bulan untuk berpuasa umat muslim telah usai, dari sebulan waktu yang dilalui pada bulan ramadhan, dihargai dengan merayakan silahturahmi antar saudara dan teman dari berbagai pelosok yang menyambut hari idul fitri di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Setiap bulan puasa, umumnya tidak banyak rintangan yang dihadapi, karena mayoraitas masyarakat Indonesia adalah umat muslim, sehingga rata-rata semuanya berpuasa juga, dan umat non muslim yang turut bertoleransi terhadap para umat muslim, yang artinya, lingkungan pun turut bertoleransi.

Waktu berbuka puasa, masyarakat Indonesia rata-rata dijalin erat dengan berbagai acara buka puasa bersama saudara-saudara, teman-teman maupun pada kesemaptan acara lainnya, dan juga diisi dengan acara ibadah keagamaan umat muslim yang mendampingi. 

Setelah satu bulan waktu berpuasa dilalui, umat muslim kembali menyambut hari idul fitri dengan suka cita, dimulai dengan waktu pagi melaksanakan sholat idul fitri yang biasanya tempatnya berbeda-beda dari tahun ke tahun, seperti wisata religi, apabila memungkinkan, dan acara silahturahmi mengunjungi kerabat-kerabat, serta acara liburan sesudahnya.

Lalu, bagaimana dengan tradisi mudik, yang sudah melekat erat untuk sebagian masyarakat Indonesia, ya, mudik merupakan tradisi masyarakat Indonesia dalam menyambut hari Idul Fitri, karena banyaknya masyarakat urban yang bekerja di ibukota Negara, maka setelah tiba hari idul fitri adalah waktunya untuk mengunjungi orang tua, sanak saudara dan kerabat yang berada di luar kota, yang selama kurun waktu tertentu belum sempat mengunjunginya, dengan menggunakan berbagai moda sarana transportasi untuk sampai di tujuan, yang umumnya disebut dengan "mudik".

Daerah-daerah tujuan "mudik" masyarakat Indonesia, mulai dari pelosok barat Indonesia sampai pelosok timur Indonesia ramai disambangi warga dari kota-kota besar di Indonesia, sehingga turut menyebarkan saluran distribusi perekonomian bangsa Indonesia. Apalagi, sudah dimudahkan dengan berbagai macam sarana transportasi, sehingga mempermudah masyarakat untuk melaksanakan "mudik".

Apapun metodenya, "mudik" memang sudah menjadi tradisi, patut dilestarikan dengan cara-cara yang sesuai ketentuan yang ada, apabila memungkinkan dengan situasi dan kondisi yang ada, dan jangan lupa untuk memaknai hari idul fitri tersebut, yaitu, beribadah dan menjalin silaturahmi.