Andreas Ab
Andreas Ab wiraswasta

WebPreneur dan Penggiat Partai Internet

Selanjutnya

Tutup

Hiburan

Karyawan yang Kerja Keras, Bossnya yang Menikmati?

29 Juni 2016   02:18 Diperbarui: 29 Juni 2016   02:34 7 0 1

Beberapa karyawan masih ada yang mikirnya "karyawan yang kerja keras, bossnya yang menikmati"

Heloo... itu jika melihat saat dimana usaha bossmu sudah jalan...

Saat usaha masih kembang kempis, bossmu itulah yang jungkir balik dan berdarah-darah agar usahanya terus berlangsung...

Setelah usaha mampu bertahan dan membutuhkan tenaga pikiran baru, maka baru berani merekrut kalian... baru berani punya karyawan seperti kalian... Karena bossmu itu sudah yakin usaha ini berjalan dan mampu menggaji kalian...

Sekarang kelihatannya memang kalian karyawan yang kerja keras, dan bossmu yang santai-santai... Itu memang tugas kalian berkerja, toh itu juga digaji sesuai aturan... Dan sebenarnya bossmu tetap saja kerja keras, hanya saja tak selalu tampak olehmu...

Saat kalian belum datang ke kantor, bossmu itu sudah duluan mempersiapkan apa yang akan dilakukan untuk mengembangkan usaha di hari ini...

Sampai saat kalian pulang kerja, bossmu itu tetap kerja evaluasi hari ini seperti apa plus mikirin usaha ini mau dibawa kemana... Sepanjang hari bossmu itu kerja... Melakukan pekerjaan yang tidak bisa kalian kerjakan...

Nah, saat kalian di kantor, bossmu memang kelihatan santai-santai agar bisa menyisihkan energi dan waktu untuk mengurusi kalian...

Kalau saat jam dan hari kerja bossmu juga ikut kerja keras, tidak ada lagi porsi untuk mikirin kalian...

Jadi yang selalu tampak dimata kalian di jam kerja dan hari kerja oleh kalian adalah bossmu selalu santai-santai menikmati kerja keras kalian... Jadi wajar jika kalian memiliki pikiran "karyawan yang kerja keras, bossnya yang menikmati hasilnya..."

Dan terus kalian mencoba ikutan santai-santai, siap-siap saja bossmu marah... dan kalian tambah berpikir bahwa bossmu galak...

Kalian tidak akan pernah paham apa yang dipikiran bossmu saat memarahimu... Bossmu itu hanya membela usahanya yang sudah diperjuangkan mati-matian... Bossmu tidak ingin kehilangan usahanya hanya karena salah mempekerjakan kalian...

Dan jika kalian masih mikirin yang lainnya, misal "tanpa karyawan usaha ini tidak akan jalan"

Bossmu itu sebelum punya karyawan, bossmu-lah yang mengerjakan semuanya, hanya karena order atau konsumen semakin banyak maka memerlukan tenaga dan pikiran baru... Tapi seandainya kalian keluar semuapun, bossmu selalu siap...

Otak, mental, fisik bossmu sudah terasah dan teruji saat merintis usaha... Jadi hanya karena tidak punya karyawan satupun, itu bukan masalah berat bagi bossmu...

Bossmu tinggal posting atau pasang iklan lowongan, orang-orang seperti kalian itu banyak sekali bahkan banyak yang lebih baik dari kalian...

Ingatlah saat kalian melamar di usaha ini, kalian tertarik bekerja di usaha ini, begitu juga orang lain juga akan ada yang tertarik kerja di usaha ini... Apalagi setiap tahun ada lulusan-lulusan baru yang lebih fresh dan membutuhkan pekerjaan...

Bossmu tidak akan kesulitan mencari pengganti kalian...

Toh seluruh kunci usaha ini bossmu yang pegang... Seluruh alur usaha ini bossmu yang tahu...

Jadi jika kalian masih ingin santai-santai seperti bossmu. siap-siaplah kalian akan disantaikan secara permanen... Dan siap-siaplah mencari boss baru yang lebih membutuhkan kalian... Dan bersainglah kembali dengan orang-orang yang lebih muda dari kalian...

Saran saja, sebaiknya kalian kerja saja sebaik-baiknya... Bossmu itu mikirin kalian... Jika kalian lebih baik, bossmu juga akan beri imbalan yang lebih baik...

salam, bossmu