Dongeng

Kisah Teladan Pengantar Tidur Buah Hatiku

30 Mei 2017   21:25 Diperbarui: 30 Mei 2017   21:39 331 0 0
Kisah Teladan Pengantar Tidur Buah Hatiku
(Dokumentasi Pribadi)

Anak merupakan amanah yang telah dititipkan ALLAH, SWT kepada kita, rawatlah dan didiklah mereka agar kelak akan menjadi generasi yang bermanfaat tentunya dilandasi akhlak yang mulia, umur 1 s/d 12 tahun, secara medis adalah moment yang tepat tuk memberikan hal-hal yang dapat direkam otaknya guna tuk kehidupan mereka selanjutnya, pada masa-masa inilah saatnya kita sebagai orang tua dapat memberikan pelajaran-pelajaran yang bermanfaat bagi kehidupannya kelak, salah satunya dengan mengajarkan kisah tauladan Rosulullah Muhammmad, SAW akan hikmah bulan suci Ramadhan.

Dalam mendidik anak tuk bisa menjalankan sunnah, tidak harus dengan mengiming-imingi mereka dengan imbalan materi, sejak dini sisihkan waktu buat merekauntuk komunikasi dengan cerita tauladan Rosulullah, seperti hikmah puasa dibulan Ramadhan yang dapat meningkatkan takwa kepada Allah, SWT dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala laranganNYA. Puasa dibulan Ramadhan tidak saja puasa makan dan minum, tetapi juga menjaga lisan dari menggunjing/ ghibah. Berbicara tentang ghibah, mengingatkan saya akan kisah dizaman Rosulullah.

Baiklah.

Nak...!...saatnya tinggalkan segala sesuatu yang berbau duniawi, duduk di pangkuan papi, letakkan mainannya, tinggalkan tontonan upin dan ipinnya, papi mau cerita tentang “puasa dan para penggunjing di zaman Rosulullah”.

Di kisahkan bahwa pada Zaman Rosul, ada dua wanita yang berpuasa dibulan Ramadhan, dimana kedua wanita itu hampir mati karena kehausan, berita tersebut sampai ketelinga Rosulullah, yang mana pada mulanya Rosul tidak menggubris berita itu, tapi akhirnya beliau memanggil kedua wanita itu sembari meletakkan dua ember kosong didepan mereka. Kemudian Rosulullah memerintahkan kedua wanita itu untuk mutah, dan merekapun memuntahkan air nanah bercampur darah. Melihat kejadian itu, Rosul bersabda “kedua wanita ini berpuasa dari apa yang dihalalkan oleh Allah, SWT, malah berbuka dari apa yang diharamkanNYA, keduanya duduk-duduk untuk makan daging manusia”

Nak..

Makna makan daging manusia dalam Sabda Rosul diatas sama dengan “penggunjing/ ghibah”, begitulah perumpamaannya dan Rosul juga bersabda “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan haram dan malah mengerjakannya, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya’.” (HR. al-Bukhori)

“Puasa adalah perisai, maka jangan berkata kotor, dan jangan berbuat kebodohan. Jka ada seseorang yang memerangimu atau mencelamu maka katakanlah: ‘saya sedang puasa.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Semoga apa yang papi ceritakan ini, dapat kau petik hikmahnya nak, selamat istirahat buah hatiku, jangan lupa bangun tuk sahur, karena didalam sahur mengandung keberkahan yang luar biasa.

Semoga bermanfaat,

Assalamu’alaikum
___namaku suganda____