Agung Han
Agung Han Wiraswasta

Menulislah & biarlah tulisanmu mengalir mengikuti nasibnya... (Buya Hamka) Follow me : Twitter/ IG @agunghan_ , FB; Agung Han Email ; agungatv@gmail.com Tulisan lain ada di www.sapadunia.com

Selanjutnya

Tutup

Tebar Hikmah Ramadan Pilihan

Senja Ramadan yang Berfaedah, di Pinggiran Danau Situ Gintung Ciputat

16 Mei 2019   04:59 Diperbarui: 16 Mei 2019   05:01 71 2 0
Senja Ramadan yang Berfaedah, di Pinggiran Danau Situ Gintung Ciputat
Situ Gintung-dokpri

Warga Tangerang Selatan (Tangsel), mana suaranya !! Kompasianer yang berdomisili di Tangsel ternyata banyak juga lo, tergabung dalam Ketapels (Kompasianer Tangerang Selatan Plus). Bicara Kota Tangsel,  wilayah ini punya sekira 9 Situ (danau buatan) yang tersebar di beberapa titik, beberapa Situ kini kondisinya mengkawatirkan karena fungsi alih lahan -- sayang ya.

Dan salah satu Situ yang cukup familiar, adalah SItu Gintung, yang terletak di Raya Juanda - Ciputat -Tangsel, lokasinya cukup strategis (tidak jauh dari jalan raya) dan mudah dijangkau. Danau yang dibuat pada tahun 1932-1933 ini, dulunya memiliki luas 31 hektare, kemudian setelah ambrol pada 27 Maret 2009 menciut menjadi 21,4 hektare.

Jebolnya Situ Gintung pada pukul 04.00 Wib, memuntahkan sekira 2,1 juta meter kubik air dan  melanda rumah yang ada di bawah tanggul. Musibah yang terjadi saat sebagian orang masih terlelap ini, menelan korban hingga 100 orang meninggal, kemudian dinyatakan sebagai bencana terburuk dalam sejarah Situ Gintung.

Sontak semua perhatian langsung tertuju pada Situ Gintung, bantuan datang bertubi-tubi kala itu, termasuk Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla menyempatkan berkunjung ke lokasi bencana. Sampai beberapa hari ke depan, Situ Gintung menjadi tajuk utama di hampir semua media cetak dan eletronik baik lokal maupun nasional.

Situ Gintung-dokpri
Situ Gintung-dokpri

Kesigapan Pemerintah Kota  Tangsel bekerjasama dengan Pemprov  Banten patut diacungi jempol, Situ Gintung segera ditangani serius dan kini tampak jauh lebih cantik dan kokoh. Keadaan Situ Gintung relatif aman dan rapi, mulai banyak warga sekitar berdatangan, meskipun dari sisi kebersihan harus lebih diperhatikan.

-------

Situ Gintung-dokpri
Situ Gintung-dokpri

Ramadan tahun ini, saya mengajak anak istri jalan-jalan ke Situ Gintung, menikmati suasana sore dan pemandangan, sambil menunggu datangnya waktu berbuka. Gadis kecil saya sudah puasa sehari penuh, tugas si ayah adalah menjaga mood, agar anak kesayangan tetap bersemangat menjalankan puasa.  

Karena lokasi Situ Gintung tidak terlalu jauh dari rumah (sekira 2 KM-an),   maka kami sekeluarga menyebut kegiatan ini dengan istilah "liburan tipis-tipis". Bagaimana tidak tipis-tipis coba, kami tidak perlu bekal -- lagian puasa ya, hehe- , memakai baju seadanya yang nempel di badan, sangu sekedarnya, yang pasti dipersiapkan uang parkir tiga ribu rupiah saja sekali parkir (durasi jam bebas).

Seperti saya singgung di atas, kondisi kebersihan di sekitar Situ memang cukup memprihatikan. Sampah plastik (terutama bungkus makanan minuman) berserakan, mulai dari jalanan menuju Situ, jembatan yang membelah Situ, sampai area di pinggir situ. Seharusnya Pemkot Tangsel segera turun tangan, membuat gerakan atau kampanye yang masif, meningkatkan kesadaran masyarakat agar bersih lingkungan.

Masyarakat kita, memang musti sering dan selalu diingatkan tentang pentingnya kebersihan, serta dampak membuang sampah sembarangan -- satu diantaranya banjir,

Komunitas untuk Negeri sedang memungut sampah-dokpri
Komunitas untuk Negeri sedang memungut sampah-dokpri

Beruntung, saya bertemu dengan anak-anak muda dari Komunitas untuk Negeri, yang sedang mengadakan program Gertak (Gerakan Pungut sampah dan Berbagi Takjil) di sekitar Situ Gintung. Saya sempat berbincang dengan Bilqis Qurota, Manager Program,  Komunitas untuk Negeri, mengatakan, bahwa program Gertak tidak hanya ingin berbagi takjil, tapi musti ada feedback nya yaitu Menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

"Masyarakat yang bergabung membersihkan sampah, nanti akan mendapatkan takjil" ujar Bilqis"Secara keseluruhan, program Komunitas untuk Negeri, bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat, hanya objeck kegiatan saja yang berbeda-beda".

Bilqis Qurota, Manager Program Komunitas untuk Negeri- dokpri
Bilqis Qurota, Manager Program Komunitas untuk Negeri- dokpri

Kalau Gertak di Situ Gintung focusnya pada lingkungan, maka pada 26 April 2019 akan ada kegiatan di Panti Sosial daerah Tebet, focusnya adalah pemberdayaan sosial. Selepas bulan Ramadan, akan dilanjutkan program berbagi Juice (focusnya kesehatan), serta Nurani Ceria, sasarannya pemberdayaan masyarakat yang ada di Panti Jompo dan Panti Sosial.

Ngobrol dengan anak-anak muda penuh inisiatif dan aksi nyata ini, saya jadi berkaca pada diri, "dulu waktu masih seusia Balqis saya ngapain ya"---hehehe (sumber vlog SINI )


--------

Senja di Situ Gintung, angin bertiup sepoi-sepoi, puasa hari itu tinggal menghitung jam, tapi perasaan sejuk memenuhi rongga dada. Tidak terlalu banyak penjual di sekitar Danau, tapi justru bagus, supaya tidak menambah sampah plastik yang dibuang sembarangan. Anak-anak usia puluhan tahun berlarian, di ujung jembatan ada yang beberapa kali membunyikan petasan, tak ayal membuat kami sesekali terkaget-kaget. Para bapak masih khusyu mengawasi senar pancing, berjaga-jaga kalau umpan dipasang di ujung kail ditangkap ikan sasarannya.

Di tengah Situ Gintung terdapat pulau kecil (saya jadi ingat pula samosir), yang bernama Pulau Situ Gintung, tersedia akses untuk mencapai Pulau ini.

Dan beberapa titik di sekitar Danau Situ Gintung, telah dikembangkan menjadi rumah makan, taman bermain dan wahana wisata air. Kebetulan saya pernah mengajak istri dan anak-anak, makan di salah satu rumah makan di sekitar Situ Gintung. Sungguh nikmat, bersantap menu tradisional sambil menatap air danau yang tenang, kemudian anak-anak bisa bermain gembira di taman.

Ada juga  di salah satu sudut Situ, telah dijadikan "Taman Wisata Pulau Situ Gintung", tepatnya di belakang Kampus UIN 2. Taman yang cukup luas ini, menyediakan ruang pertemuan, restoran berkonsep saung, wahana outbond corporate, zona petualang, zona futsall Indoor berstandar International.

Tanpa terasa senja mulai meninggi, sebelum adzan maghrib berkumandang, istri dan anak mulai mengingatkan saya untuk beranjak pulang. "Ayah, sambil jalan pulang, mampir beli kelapa muda di dekat perempatan" pesan istri.

 

liburan tipis-tipis-dopri
liburan tipis-tipis-dopri

Sungguh, sore ini menjadi senja yang bermanfaat, selain menikmati keindahan Situ Gintung, saya mendapatkan pencerahan dan inspirasi dari anak-anak muda di Komunitas untuk Negeri.

Coba ya, semakin banyak anak-anak muda seperti mereka, tersebar di setiap kampung, di kota, wilayah dan seterusnya, mungkin masalah (salah satunya, seperti) sampah, kesehatan dan sosial, sedikit demi sedikit bisa diatasi.

Selamat menunaikan Ibadah Puasa- Wassalam-