Adi Bermasa
Adi Bermasa Swasta

Aktif menulis, pernah menjadi Pemimpin Redaksi di Harian Umum Koran Padang, Redpel & Litbang di Harian Umum Singgalang, sekarang mengabdi di organisasi sosial kemasyarakatan LKKS Sumbar, Gerakan Bela Negara (GBN) Sumbar, dll.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Pembangunan Tol Sumbar-Riau Menunggu 'Titah' Presiden Jokowi

2 Juli 2017   22:16 Diperbarui: 2 Juli 2017   22:33 594 0 0
Pembangunan Tol Sumbar-Riau Menunggu 'Titah' Presiden Jokowi
SUASANA kemacetan saat lebaran Idul Fitri di jalan pintas Payakumbuh - Padang di perkampungan lereng Gunung Marapi di kawasan Kabupaten Agam, Sumatra Barat. (DOK ADI BERMASA)

LUAR biasa meriah lebaran di Sumatra Barat. Bahkan, jalan raya kewalahan menampung kendaraan. Kemacetan terjadi di banyak lokasi. Tidak tanggung-tanggung, macet pun terjadi hingga di jalan-jalan kampung. Apalagi di jalan negara, provinsi, dan jalan kabupaten/kota.

Kemeriahan lebaran terlihat jelas di berbagai objek wisata favorit, seperti di Bukittinggi, jembatan Kelok 9, Padangmengatas di Limapuluh Kota, Mandeh di Pesisir Selatan, Pantai Padang, Lembah Anai, pantai di Pariaman, Danau Singkarak, Danau Kembar Kabupaten Solok, Kota Tua Sawahlunto, dan banyak lagi lainnya.

Perantau Minang yang pulang kampung diperkirakan sejuta orang sebagaimana disampaikan pejabat Pemprov Sumbar beberapa waktu lalu. Kebiasaannya, sebelum kembali ke tempat aktivitas rutin, berkunjung ke Bukittinggi dan Jembatan Internasional Kelok Sembilan yang fenomenal seperti jadi keharusan.

Jembatan Kelok Sembilan yang berliku-liku panjangnya diresmikan Presiden SBY. Kini, jembatan itu jadi kebanggaan Indonesia di samping jembatan Suramadu di Jawa Timur dan Jembatan Batam, Rempang, dan Galang alias Jembatan Barelang di Batam.

Bertepatan lebaran, kesibukan jalan raya di seantero Jawa yang diekpose media elektronik sungguh mendapat tempat dan jadi perhatian serius pemirsa.

Jalan tol dengan lebarnya yang luar biasa mampu menjalarkan jutaan kendaraan mudik berlebaran. Hanya sesekali kendaraan terlihat tersendat-sendat. Polisi pengatur lalulintas juga sigap siang-malam berpeluh-peluh menjalankan tugasnya. Ada kebanggaaan tersendiri menyaksikan polantas seperti tanpa lelah melaksanakan pengabdian tulusnya.

Kita bangga, begitu ‘rancaknya’ transportasi di Pulau Jawa dengan tol kebanggaan. Tentu, dalam waktu tidak begitu lama, tol Jawa selesai dan Merak-Banyuwangi pun jadi kenyataan.

Meski sedikit iri dengan hebatnya jalan tol di Jawa, namun di Sumatera bagian tengah ( Sumbar, Riau, dan Jambi ) entah kapan jalan tol-nya jadi kenyataan. Walau pernah disebut-sebut akan dibangun tol Padang-Pekanbaru namun kini kabarnya hilang entah ke mana. Sungguh memprihatinkan sebenarnya.

Sudah sangat pantas rasanya pemerintah pusat mendengar jeritan rakyat Sumatra bagian tengah berkaitan dengan perlunya dibangun jalan tol di tengah kelandaian Bukit Barisan.Tentu, Presiden Joko Widodo sebenarnya cukup maklum bahwa perlunya keberadaan tol menjadi satu-satunya usaha untuk mengatasi ketertinggalan rakyat di Sumatra bagian tengah.

Kita berharap jalan tol di Sumatra bagian tengah pada era Presiden Joko Widodo jadi kenyataan. Meski sebenarnya usaha tiga Gubernur: Sumbar, Riau, dan Jambi sudah melakukan banyak pendekatan, namun kata putus sangat tergantung pada presiden.

Kalau presiden sudah bertitah, 'Ayo, segerakan bangun tol Sumbar - Riau', maka semuanya akan mendengar, bekerja, dan agresif.

Rakyat sangat berharap cepatlah hendaknya 'titah presiden' keluar untuk jalan tol Sumbar-Riau. Kurang laweh telapak tangan, niru kita tampungkan. Begitu harapnya rakyat Sumbar, Riau, dan Jambi dengan jalan tol idaman ini. *