Ire Rosana Ullail
Ire Rosana Ullail Wiraswasta

Membaca untuk menulis. Blogger. Enterpreneur. Read & rate pls!

Selanjutnya

Tutup

Cerita Ramlan Pilihan

Setelah 30 Hari Ramadan

15 Juni 2018   21:45 Diperbarui: 15 Juni 2018   22:38 853 0 0
Setelah 30 Hari Ramadan
doc.pribadi

Selesai sudah ibadah ramadan  selama 30 hari. Takbir telah dikumandangkan, zakat fitrah telah ditunaikan, salat Id telah dilaksanakan. Setiap keluarga sudah sungkeman, saling meminta maaf dan saling memaafkan. Ketupat opor selesai disantap, kue lebaran telah dihidangkan. Hari pertama lebaran kita berjalan dengan penuh syukur dan kebahagiaan.

Hari ini ponsel tak hentinya berdering, menerima pesan dan panggilan dari kerabat yang tak mampu dijabat. Bagi yang merasa kurang, masih ada esok untuk melanjutkan. Tapi, tak hanya keluarga dan teman, kita juga punya kerabat maya, yang meski tak pernah bertegur sapa tapi kerab berinteraksi di sosial media. Termasuk salah satunya para kompasioner sekalian.

Melalui ini saya pribadi mengucapkan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, selamat hari raya lebaran, mohon maaf lahir dan batin kepada kompasioner sekalian. Meski banyak dari kita yang belum pernah bertatap muka secara langsung tapi interaksi yang dibangun di portal ini tentunya tak luput dari khilaf dan salah.

Mungkin ada komentar yang tidak menyenangkan, atau tanggapan yang membuat panas telinga atau juga prasangka terhadap tulisan atau kompasioner lain secara personal. Mungkin ada iri karena tulisan orang lain lebih populer, bernilai tinggi, terpilih menjadi artikel utama atau malah menganggap tulisan orang lain tidak lebih baik dari milik sendiri. Ada-ada saja hal buruk yang mungkin tak kita sadari.

Lengkap rasanya jika kita menutup program THR ramadan ini dengan saling memaafkan antar kompasioner agar Idul fitri kita tidak hanya sempurna di kehidupan nyata tapi juga di dunia literasi. Sama halnya seperti harapan setiap Idul Fitri yaitu kembali suci, dan berusaha menjalani hidup agar lebih baik, saya pribadi berharap tulisan dan konten-konten kita kedepannya lebih baik lagi, dan bisa dipertanggungjawabkan baik dari sisi originalitas, kebenaran dan moral.

Mengucap 'maaf lahir dan batin' rasanya begitu mudah, namun jika kita mau menerungkannya, ternyata tak semudah itu. 'Maaf lahir dan batin' menunjukkan keseriusan dan kesungguhan antara yang ada di jiwa dan yang kasat mata. Lahir kita mungkin menjabat dan mengucap tapi batin kita sulit diukur. Maka hendaklah kita lebih berhati-hati dalam mengucapkannya.

Tak hanya umat muslim, banyak dari saudara kita non muslim turut bersuka cita dan mengucapkan selamat hari raya. Di tempat saya seluruh warga muslim dan non muslim saling berinteraksi, saling berkunjung, dan saling memaafkan. Sama halnya jika kita tengok timeline di instagram-instagram, banyak artis-artis non muslim turut memberi ucapan selamat. Rupanya Idul Fitri menghadirkan kebahagiaan tak hanya kepada muslimin wal muslimat tapi juga bagi seluruh umat.

Semoga melalui hari ini, kita benar-benar kembali menjadi fitri, menjadi suci dan memulai hari esok dengan lebih berhati-hati, lebih tawadhu, lebih istiqomah, lebih santun, lebih baik dalam ibadah dan menjadi manusia yang lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya. Dan Semoga kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan ramadan dan Idul Fitri tahun depan.